Hal-hal Yang Mendorong Timbulnya Hasad Bag.2

Dua ayat di atas (surat Al Fath 26 dan surat An Nisaa’ 54) telah memaparkan tentang dendamnya orang-orang kafir karena kaum muslimin selalu sabar dalam menghadapi bullying dari orang-kafir. 

Dan dengkinya mereka terhadap Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam itu disebabkan beliau bukan dari golongan mereka (orang-oorang Yahudi). 

Bahkan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Tirmidzi dan Abu Daud bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berulangkali mewasiatkan kepada para sahabatnya, radliyallahu ‘anhum, ketika mereka meminta wasiat kepada beliau, “Laa Taghdhab” (Janganlah marah). Tepatnya hadits tersebut berbunyi:

لَا تَـغْضَـبْ وَلَكَ الْجَـنَّـةُ.

“Janganlah marah, kamu akan mendapatkan surga”.

Pada riwayat lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لَا تَـغْضَـبْ فَـإِنَّ الْغَـضَبَ مَـفْسَدَةٌ.

“Janganlah kamu marah, sebab marah adalah sumber kerusakan”. Diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dan Al Albani mendhaifkan hadits ini.

jjanganlah marah bagimu surga

Apabila mau menalar dengan akal sehat maka hati setiap orang yang menganalisa pasti akan tersenyum. Betapa tidak?

Lihat saja, orang yang marah biasanya nalar sehat tidak terkontrol atau bahkan mandeg. Yakni (orang yang marah itu) akan bersuara keras terhadap orang yang dimarahinya. Contoh: dalam jarak yang dekat, bahkan hanya beberapa meter saja dengan orang yang dimarahi, dia bersuara keras sambil berkata (misal saja), “Kamu tidak tahu siapa saya?”.

Atau, “Kamu dengar tidak?!” (dengan nada keras dan meninggi). 

Padahal bila dengan menggunakan nada suara 30 persennya saja sudah kedengaran. Tetapi ketika dalam kondisi marah rasanya suara 30 persennya itu dianggapnya tidak memadi. Makanya nadanya ditinggikan hingga lebih dari 100 persen dari suara yang seharusnya. Padahal orang yang diajak bicara (yang dimarahinya) jaraknya amat sangat dekat sekali.

Ini menunjukkan bahwa saat itu orang yang sedang marah akalnya sedang ‘off’. Bukankah ini namanya ada ‘kerusakan’ penalarannya?

Nah karena begitu besarnya kerusakan yang ditimbulkannya hingga pada akhirnya akan menggiring seseorang kepada neraka Jahannam. Oleh karena itu, pada khutbahnya sahabat Umar radliyallahu ‘anhu pernah mengingatkan:

أَفْـلَحَ مَنْ حُـفْظَ مِنَ الْهَـوَى وَالطَّـمَعِ وَالْغَـضَبِ.

“Sungguh telah beruntung, siapa yang dijaga (terselamatkan) dari hawa nafsunya, tamak dan amarahnya”.

Kemudian sebagian salaf berkata,:

مَنْ أَطَاعَ شَهْـوَتَـهُ وَغَـضَبَـهُ قَادَهُ إِلَى النَّـارِ.

“Barangsiapa yang menuruti syahwat dan amarahnya, maka (syahwat dan amarahnya itu) akan menuntunnya ke neraka”.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button