Orang yang jujur hatinya tenteram.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
دَعْ مَأ يَـرِيْـبُـكَ إِلَى مَا لَا يَـرِيْـبُـكَ، فِـإِنَّ الصِّدْقَ طُـمِـأْنِيْـنَـةٌ، وَإِنَّ الْكَـذِبَ رِيْـبَـةٌ.
“Tinggalkanlah apa saja yang membuatmu ragu-ragu menuju kepada apa yang tidak membuatmu ragu, karena jujur itu adalah ketenteraman, sedangkan dusta itu adalah keragu-raguan”. Terdapat pada Sunan Tirmidzi 2518. Dia mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Juga terdapat pada Sunan An Nasaa’i 8/327, ditetapkan berderajat shahih oleh Al Albani pada At Targhiib 2930.
Sungguh kejujuran itu memberi petunjuk menuju kebaikan, sedangk kebaikan itu adalah sesuatu yang menentramkan hati. Yakni hati menjadi tenang karena kejujurannya dan hilangnya kegundahan dan kegelisahan dari dalam hati. Jujur itu juga menentreamkan hati orang yang mendengar, lantas dia akan mendapatkan ketenangan dengannya.

Walaupun ada saja orang-orang yang suka mengolok-olok terhadap orang-orang yang jujur dengan mengatakan bahwa jujur itu hancur.
Sepintas bisa saja seperti itu. Tetapi Allah pasti tidak akan diam. Sebab jujur adalah bagian dari ajaran Islam.
Lihatlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sebelum beliau diangkat menjadi seorang nabi dan rasul. Bukankah beliau mendapatkan gelar AL AMIN (orang yang dapat dipercaya)?
Ya, beliau benar-benar dapat dipercaya oleh seluruh manusia di Makkah saat itu. Hingga beliau mendapatkan titipan kambing puluhan bahkan ratusan dari penduduk Makkah, untuk digembalakan. Bahkan seorang janda kaya raya dan seorang suadagar di Makkah saja percaya ketika nabi Muhammad muda waktu itu melamar untuk ikut berdagang ke Syam. Padahal beliau sebelumnya sama sekali belum pernah memiliki pengalaman dalam berdagang.
Tetapi karena kejujurannyalah akhirnya sang majikan, Khadijah bin Khuwailid radliyallahu ‘anha –yang di kemudian hari menjadi istrinya-, mau menerimanya sebagai karyawannya.
Dan ternyata dalam berdagangpun hasilnya sangat luar biasa.
Tidak bisa dibayangkan bukan? Seorang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman berdagang, di negeri lain. Tetapi langsung mendapatkan hasil yang luar biasa!
Tidak hanya itu. Gelar Al Amin sendiri adalah bentuk prestasi yang sangat luar biasa. Sebab gelar ini belum pernah ada dan belum pernah satu orangpun yang mendapatkan gelar ini sebelumnya.
Selain itu dengan gelar Al Amin ini pulalah yang menjadi bekal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam menyampaikan dakwah dan beliau benar-benar memiliki rasa percaya diri saat mengumpulkan orang-orang Quraisy di bukit Soffa.
Wallahu a’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
