Entah apa yang melatar belakangi kaum muslimin hari ini sering sekali terjadi perpecahan. Meskipun hanya sekedar hal yang sepele bisa membuat di antara mereka pecah kongsi lalu mereka membuat satu kelompok baru atau memisahkan diri dari kelompok awalnya.
Padahal pada prinsipnya manhaj mereka sama-sama ahlu sunnah wal jamaah. Tetapi entah kenapa kok setiap kali ada sedikit perselisihan saja langsung mereka tidak bertegur sapa kemudian mendirikan kelompok sendiri memisahkan dari kelompok yang pertama dia mendapatkan ilmu dan bersemayam.
Hal itu sungguh sangat kontras sekali dengan yang dijalani para salafush shalih terdahulu. Sebagaimana riwayat di bawah ini:
Dari Ashim Al Ahwal, dari Abi Utsman An Nahdi, dia berkata, ‘Saya melihat Abu Dzar (Al Ghifari) radliyallahu ‘anhu mengendarai untanya menghadap terbitnya matahari, maka saya mengira beliau sedang tidur. Maka saya mendekat dan bertanya kepadanya, “Apakah engkau sedang tidur, wahai Abu Dzar?”.
Beliau menjawab, “Tidak. Tetapi saya sedang berdoa”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 2/78.

Lihatlah bagaimana seorang Abi Utsman An Nahdi yang melihat sahabat Abu Dzar sedang melakukan suatu amalan yang ternyata menghadap ke arah matahari terbit. Dan amalan yang saat itu sedang dilakukannya adalah doa! Padahal doa adalah salah satu amalan yang tidak bisa dianggap remeh bagi para salafush shalih.
Lalu kenapa kok sampai ucapannya Abi Utsman An Nahdi ini diriwayatkan segala?
Ini jelas bahwa periwayatannya itu memiliki pesan tersendiri dari para salafush shalih. Salah satunya adalah agar kaum muslimin saling menghormati terhadap apa yang dilakukan oleh kaum muslimin lainnya; selama ‘perbedaan’ nya itu tidak pada masalah/perkara aqidah.
شَرَعَ لَكُـم مِّنَ الدِّيْـنِ مَا وَصَّى بِـهِ نُوْحًا وَالَّذِى أَوْحَيْـنَـاإِلَيْـكَ مَا وَصَّيْـنَـا بِهِ إِبْـرَهِيْـمَ وَمُوْسَى وَعِيْـسَى، أَنْ أَقِيْـمُوا الدِّيْـنَ وَلَا تَـتَـفَـرَّقُـوْا فِيْـهِ، كَبُـرَ عَـلَى الْمُشْـرِكَيْـنَ مَا تَـدْعُـوْهُـمْ إِلَيْـهِ، اللهُ يَـجْـتَبِـى إِلَيْـهِ مَن يَـشَـآءُ وَيَـهْدِى إِلَيْـهِ مَن يُـنِيْـبُ.
Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kamu wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa; yaitu Tegaklanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Qs. Asy Syuuraa 13.
Jadi jangan hanya karena khilafiyah menjadikan alasan untuk melakukan perpecahan. Sebab syariatnya telah mengajarkan agar umat Islam selalu bersatu bukan berpecah.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
