Faqih dalam Agama Bag.18

Seorang ahli fiqh, yaitu Abu Ishaq pernah keluar bersama Abu Yazid, lalu beliau berkomentar, “Mereka (oran-orang Khawarij) adalah ahli Kiblat (kaum muslimin), sedangkan mereka (Bani Ubaidiyyah) bukan Ahli Kiblat. Mereka adalah keturunan musuh Allah. Jika kita menang terhadap mereka, maka kita tidak tunduk dibawah kekuasaan Abu Yazid karena dia seorang Khawarij”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 15/155.

Ini masih ada kaitannya dengan yang di atas. Dan ini adalah salah satu alasan kenapa ada ulama ahlu sunnah yang ikut bergabung bersama kelompok Khawarij memerangi Daulah Bani Ubaidiyyah. Sementara ulama ahlu sunnah lainnya tidak, dan bahkan mengkritisinya.

Nah di sinilah letaknya bahwa mereka itu melakukan ijtihad itu karena kefaqihannya dalam ilmu agama. Jadi mereka melakukan sesuatu (keputusan) itu bukan karena alasan politik melainkan disebabkan mereka benar-beanr faham dengan kondisi setempat, atau menurut bahasa fiqhnya namanya fiqhul waaqi’.

Padahal sebenarnya yang ‘dipersoalkan’ itu antara bersatu dengan kelompok khawarij dan memerangi Daulah Bani Ubaidiyyah. 

Sementara itu keduanya adalah kelompok yang sesat. Namun ternyata para ulama ahlu sunnah sendiri memang luar biasa dalam memilah. Meski mereka sesat tetapi tidak bisa dipukul rata dalam mengananinya.

ijtihad

Hal itu terlihat dalam perkara ini; yakni ada sebagian ulama ahlu sunnah yang bekerjasama dengan kelompok Khawarij untuk memerangi Daulah Bani Ubaidiyyah sementara yang lsin tidak. Tetapi di sisi yang lain Abu Ishaq pernah keluar bersama Abu Yazid. 

Padahal yang dimaksud dengan keluar itu ya berperang. Namun Abu Ishaq sendiri mengatakan bahwa kelompok Khawarij adalah ahlul Kiblat sedangkan Daulah Bani Ubaidiyyah bukan ahlul Kiblat. Bahkan di sana Abu Ishaq mengatakan bahwa Daulah Bani Ubaidiyyah adalah keturunan musuh Allah.

Nah di situlah letak perkara wala’ (loyalitas) diberikan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

غُـلِبَـتِ الرُّوْمُ. فِى أَدْنَـى الْأَرْضِ وَهُـم مِّن بَعْـدِ غَـلَبِـهِـمْ سَـيَغْـلِبُـوْنَ. فِى بِـضْعِ سَـنِيْـنَ للهِ الْأمْـرُ مِن قَـبْلُ وَمِ بَـعْدُ، وَيَـوْمَـئِذٍ يَـفْرَحُ الْمُؤْمِـنُوْنَ. بِـنَصْرِ اللهِ يَـنْصُرِ اللهِ يَـنْصُرُ مَن يَـشَـآءُ، وَهُـوَ الْعَـزِيْـزُ الرَّحِيْـمُ. وَعْـدَ اللهِ لَا يُـخْلِـفُ اللهُ وَعْـدَهُ وَلَـكِنَّ أَكْـثَـرَ النَّـاسِ لَا يَـعْلَـمُوْنَ.

Telah dikalahkan bangsa Ramawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. dan dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak menyetahui. Qs. Ar Ruum 2-6.

Nah ternyata kaum muslimin juga senang ketika agama samawi menang terhadap kaum kafir.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button