Ar Rabii’ berkata, “Saya mendengar imam Syafi’i berkata, “Berdebat dalam masalah agama dapat mengeraskan hati dan menimbulkan kedengkian”. Terdapat pada kitab Siyaru A’ laamin Nubalaa’ 10/28.
Nasehat ini msih seperti nasehatnya imam Syafi’i kepada Muhammad bin Abdillah bin Abdul Hakam. Hanya saja ada sedikit perbedaan. Yakni terletak pada masalah fokus pembicaraannya. Bila di atas fokus membicarakan perkara ilmu kalam, kalau nasehat kali ini nasehat tentang larangan berdebat dalam masalah agama.
Setidaknya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda:
إِنَّ أَبْـغَضَ الرِّجَـالِ إِلَى اللهِ الْأَلَـدُّ الـخَصِـمُ.
“Sesungguhnya orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang selalu mendebat”. Diriwayatkan Bukhari, no. 2457. Muslim, no. 2668.
Adapun mendebat yang dimaksudkan pada hadits di atas adalah mendebat dengan cara-cara yang batil atau tanpa ilmu. Sedangkan orang yang berada di pihak yang benar, sebaiknya di ajuga menghindari perdebatan. Karena debat itu akan membangkitkan emosi, mengobarkan kemurkaan, menyebabkan dendam dan mencela orang lain.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
أَنَـا زَعِـيْـمُ بِـبِيْـتٍ فِى رَبَـضِ الْجَـنَّـةِ لِـمَنْ تَـرَكَ الْمَـرَاءَ وَإِنْ كَـانَ مُـحِـقًـا وَبِـبِيْـتٍ فِى وَسَطِ الْجَـنَّـةِ لِـمَنْ الْكَـذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًـا وَبِـبَيْـتٍ فِى أَعْـلَى الْجَـنَّـةِ لِـمَنْ حَسَّـنَ خُـلُـقَـهُ.
“Saya memberikan jaminan rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia adalah orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia sedang bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang paling tinggi bagi orang membaguskan akhlaknya”. Diriwayatkan Abu Daud, no. 4800. Dishahihkan An Nawawi dalam kitab Riyadhush Shalihin, no. 630.
Pada hadits lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
أَنَّ النَّـبِـيَّ صلى الله عليه و سلم خَرَجَ وَهُـمْ يَـخْتَـصِمُوْنَ فِى الْقَـدْرِ فَـكَـأَ نَّـمَـا يَفْـقَـأُ فِى وَجْهِـهِ حُبُّ الرُّمَّـانِ مِنَ الْغَضَبِ. فَـقَـالَ: بِـهَذَا أُمِرْتُـمْ؟ أَوْ لِـهَذَا خُـلِقْـتُـمْ؟ تَـضْرَبُـوْنَ الْقُـرْآنَ بَـعْضَهُ بِـبَعْضٍ! بِـهَذَا هَلَـكَتِ الْأُمَـمُ قَبْـلَكُـمْ.
Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam pernah keluar sedangkan mereka (sebagian sahabat, pent,) sedang berselisih tentang masalah takdir, amaka memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah, maka beliau bersabda: “Apakah dengan ini kalian diperintahkan? Atau untuk inikah kalian diciptakan? Kalian membenturkan sebagian Al Qur’an dengan sebagiannya! Karena inilah umat-umat sebelum kalian binasa”.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
