Ibnu Baththah berkata, “Saya pernah mendengar Al Barbahari berkata, “Majlis yang diadakan untuk menyebarkan nasehat akan membuka pintu faedah, sementara majlis yang diadakan untuk (membukakan) perdebatan akan menutup pintu faedah”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 15/91.
Sungguh perkataannya sangat simpel tetapi penuh makna. Ya, sebab tidak sedikit orang yang selalu mengklaim bahwa hanya di tempatnyalah majlis yang penuh dengan faedah dan manfaat sedangkan di tempat lain sama sekali tidak ada manfaatnya sama sekali.
Atau lebih tepatnya dalam bahasa Arab disebutkan:
لِـكُـلِّ مَـقَـالٍ مَقَـامٌ وَلِـكُـلِّ مَـقَـامٍ مَـقَـالٌ.
Di setiap pembicaraan ada tempatnya dan di setiap pembicaraan ada tempatnya.
Maksudnya, setiap tempat itu pasti memiliki ciri khas untuk dijadikan suatu pembicaraan. Dan setiap pembicaraan itu pasti orang-orang yang sedang berkumpul di situ pasti akan ‘melihat’ tempatnya.
Misal, masjid. Seandai di masjid ada beberapa orang sedang ngobrol lalu ada salah satu dari yang hadir itu membicarakan aib orang lain yang tidak hadir, pasti orang lain yang hadir di situ akan menegurnya. Sebab saat itu mereka sedang berada di dalam masjid. Maka tidak elok bila membicarakan aib seseorang.

Begitu juga sebaliknya, ketika ada sekumpulan orang yang duduk-duduk di warung kopi, tentu yang dibicarakan sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Meskipun tidak menutup kemungkinan sesuatu yang ma’ruf juga bisa saja dibicarakan di sana.
Termasuk transaksi kemaksiatan, tidak mungkin hal itu dilaksanakan di masjid, melainkan di tempat-tempat yang biasanya dipakai untuk nongkrong-nongkrong.
Namun begitu imam Syafi’i rahimahullah telah memberikan sebuah nasehat yang sangat bagus sekali melalui syair.
شَكَـوْتُ إِلَى وَكِيْـعٍ عَـنْ سُوْءِ حِفْـظِى
فَـأَرْشَدَنِـى إِلَى تَـرْكِ الْمَـعَـاصِى.
فَـأَخْبَـرَنِى بِـأَنَّ الْعِلْـمَ نُوْرٌ
وَنُـوْرُ اللهِ لَا يَـهْدِى لِـلْمَـعَـاصِى.
Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang hafalanku yang buruk
Lalu beliau mengarahkanku agar meninggalkan kemaksiatan.
Beliau memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya
Dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.
Oleh karena itu hendaknya berhati-hati dalam mengikuti majlis. Agar kelak majlisnya benar-benar memiliki kandungan faedah.
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larang ini), maka janganlah kamu duduk bersama mereka yang dhalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). Qs. Al An’aam 68.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
