Nabi Ibrahim ‘alaihi salam adalah seorang nabi yang pernah melakukan kiasan (tetapi ada sebagian yang mengatakannya sebagi perbuatan dusta) sebanyak tiga kali. Yang oleh para ulama hal tersebut diperbolehkan, dua di antaranya tentang Dzat Allah dan yang satunya adalah kata-kata kiasan demi menyelamatkan drinya dari raja lalim dan tidak adil, adapun kiasan yang dinyatakan oleh beliau adalah sebagai berikut:
Pertama; ucapannya, “Sesungguhnya aku sedang menderita sakit”.
Ya, pada waktu itu kaumnya keluar kota tepat pada hari rayanya mereka. Dan umum (biasa)nya pada hari raya itu semua penduduk akan berkumpul di suatu tempat untuk melakukan suatu peribadatan ritual secara massal.
Nah pada saat itulah kesempatan bagi nabi Ibrahim ke tempat di mana tuhan-tuhan mereka dikumpulkan. Lalu di sana nabi Ibrahim masuk ke patung-patung yang selalu disembah oleh kaumnya dengan leluasa dan aman. Dan kemudian nabi Ibrahim dapat menghancurkan patung-patung itu tanpa halangan sedikitpun.
Kedua; kiasan kedua adalah ketika kaumnya menangkap nabi Ibrahim lalu dihadapkan ke tempat patung-patung yang sebelumnya telah dihancurkannya tetapi tetap meninggalkan kepala patung yang paling besar tidak dusik, sementara patung-patung lainnya kepalanya dipenggal. Lantas nabi Ibrahim meletakkan kampak yang dipakai untuk menghancurkan/memnggal kepala patung itu di leher patung yang palling besar.
Keesokan harinya tatkala kaumnya mengetahui adanya penghancuran tuhan-tuhan (patung-patung tersebut), alam pikiran mereka langsung tertuju pada nabi Ibrahim. Maka ditangkaplah nabi Ibrahim dan dibawalah ke hadapan tuhan-tuhan yang telah dihancurkannya itu. Lalu dihadapan kaumnya nabi Ibrahim ditanya tentang siapa yang dengan berani memenggal kepala patung-patung yang dianggap tuhan itu?
Dengan enteng nabi Ibrahim mengatakan agar bertanya kepada tuhan mereka yang paling besar. Sebab kampaknya kan masih terkalung di leher patung yang paling besar.
Dari pernyataannya ini setidaknya telah menyadarkan mereka bahwa ternyata tuhan mereka sama sekali tidak berdaya ketika ada manusia yang menghancurkannya, apalagi memberi kebaikan atau madharat kepada manusia. Namun nafsu dan kebodohan telah menyelimuti mereka, sehingga justru nabi Ibrahim dihukum dengan dibakar hidup-hidup.
Ketiga; kiasan ketiga adalah ketika nabi Ibrahim dihadapkan kepada raja lalim yang paling suka dengan para istri rakyatnya. Yakni apabila diketahui bahwa ada rakyatnya yang memiliki istri ayng cantik maka raja tidak segan-segan merebut istrinya lalu sang suami akan dihukum atau disuruh menceraikannya.
Tetapi dihadapan raja ini nabi Ibrahim mengatakan, “Dia adalah saudari perempuan saya”.
Ini sebenarnya bukan nabi Ibrahim tidak punya nyali melainkan beliau membuat perkataan kiasan. Bukankah sesama muslim itu bersaudara (dalam iman dan aqidah)?
Dari perkataan kiasannyahj888888j8dibunuh sang raja laim itu dan justru bisa membela istrinya, Sarah.
Dari perkataan kiasannya ini akhirnya nabi Ibrahim tidak dibunuh sang raja laim itu dan justru bisa membela istrinya, Sarah.
Sebab memang sang raja lalim itu seperti mengidap kelainan sindrom seksual. Yakni dia akan mengambil paksa wanita yang telah menikah lalu dizinainya sementara suaminya akan dibunuh. Tetapi ketika nabi Ibrahim mengatakan seperti itu (Dia saudari perempuan saya), maka nabi Ibrahim tidak dibunuh dan istrinya, Sarah, pun tidak dizinainya. Akhirnya kedua selamat dari kelaliman sang raja yang lalim.
Wallahu a’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
