Dakwah Nabi Kita, Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wa Salam
Apabila mau memperhatikan dengan seksama tentang dakwah Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, maka dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya sama dakwah beliau juga sama; menyeru kepada tauhid dan mengingatkan tentang bahayanya syirik.
Walaupun ada beberapa ulama yang menuliskan tentang sejarah beliau shalallahu ‘alaihi wa salam melalui beberapa tahapan. Tetapi sebenarnya kesemuanya itu berkaitan erat dengan penegakan tauhid dan pemusnahan syirik.
- Bahwa hampir semua ayat-ayat Allah yang turun selalu berkaitan dan menguatkan tauhid. Baik tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma’ wa sifat. Selain itu Allah juga memerintahkan agar setiap hamba-Nya yang beriman selalu mengajak (berdakwah) kepada manusia (lainnya) untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, ikhlas dalam beribadah kepada Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Serta menguatkan semua perkara aqidah (baik rukun iman maupun rukun Islam).
- Bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sejak diangkat menjadi seorang nabi dan rasul, maka seluruh hidup dan matinya beliau diperuntukkan untuk memperjuangkan dakwah kepada Allah. Semua manusia diajak agar beriman kepada Allah dan mengakui beliau sebagai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam terlebih dahulu (لا إله إلاَّ الله، محـمد رسول الله) .
Dari kedua point di atas, maka Rasulullah pun semacam membuat rencana-rencana ke depan. Guna memsukseskan perjuangan dakwah yang beliau emban itu. Yaitu;

1. Selama tiga belas tahun di awal bi’tsah (awal kenabian).
Di tahun-tahun ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebarkan dakwah. Yakni mengajak umat manusia agar mentauhidkan Allah dan mengakui beliau sebagai seorang nabi dan rasul-Nya (لا إله إلاَّ الله، محـمد رسول الله).
Dan ternyata ajakan (dakwah) beliau tidak semudah yang diduga. Sebab risalah yang beliau emban dirasa oleh musyrikin Quraisy sebagai sesuatu yang bertabrakan dengan prinsip ketuhanan mereka.
Makanya di Makkah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam benar-benar memamtapkan tauhidnya para sahabat.
Setelah menempa tauhid rububiyah dan asma’ wa sifatnya, barulah mereka kemudian ditempa dengan tauhid amali. Yakni tauhid amal.
Ya, menurut beberapa ulama; tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa sifat adalah nama lainnya; tauhid ilmu. Sedangkan tauhid uluhiyahnya adalah tauhid amal.
Maka ketika para sahabat mengikrarkan dirinya dengan syahadatainnya, maka dengan serta merta mereka langsung mendapatkan siksaan dari musyrikin Quraisy.
Dan dari sekian banyak para sahabat yang disiksa, Bilal bin Rabbah-lah yang boleh dibilang fenomenal. Ya, fenomenal. Walaupun saat disiksa hanya keluar ucapan dari lisannya; AHAD, AHAD dan AHAD.
Ya justru di sinilah letak fenomenanya. Sebab ternyata kalimat AHAD itu bermakna Allah Yang Maha Esa. Dan hanya kepada Allah-lah tempat muji dan mengadu.
Nah, dari situlah akhirnya siksaan Bilal bin Rabbah semakin ditingkatkan. Yakni beliau diseret ke tengah padang pasir yang sangat panas lalu di atas perutnya dikasih beban berupa batu yang sangat besar.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

