Ciri Khusus Aqidah Islam Dan Para Pengikutnya Bag.4

Ciri Khusus Aqidah Islam Dan Para Pengikutnya Bag.4

4. Sanadnya sampai pada tabi’ut tabi’ib, tabi’in, sahabat lalu kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Ini adalah ciri yang keempat. Di mana pada ciri ini semua ajarannya akan sampai (apabila ditelusuri) akan sampai kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Baik itu dalam hal ibadah, muamalah, aqidah, akhlak dan bahkan masalah jihad sekalipun.

Dalam hal ibadah shalat misalnya. Sejak zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hingga hari ini, tata caranya masih seperti dahulu ketika Rasulullah melaksanakan shalat. Maka jika ada yang melaksanakan shalat tidak seperti Rasulullah pasti akan disalahkan. Bahkan sampai detik inipun hadits-hadits mengenai tata cara shalat juga masih terbukukan secara rapi.

Zakat juga sama. Yaitu –pada prinsipnya- harta orang-orang kaya –yang sudah sampai nishabnya- diambil lalu diberikan kepada orang-orang yang miskin di sekitarnya. Ya, dari dahulu sampai saat ini masih sama. Yakni berpegang pada hadits Mu’adz bin Jabbal yang hendak dikirim ke Yaman oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Muamalah; pada prinsip berpegang pada ayat Allah;

يَا أَيُّـهَا الَّـذِيْنَ أَمَنُوْا لَاتُـحِـلُّوْا شَعَـائِـرَ اللهِ وَلَا الـشَّـهْرَ الْـحَرَامَ وَلَا الْـهَدْيَ وَلَا قَـلَائِـدَ وَلَا آمِيْنَ الْـبَـيْتَ الْـحَرَامَ يَـبْـتَغُوْنَ فَـضْلًا مِنْ رَبِّـهِـمْ وَرِضْوَانًـا، وَإِذَا حَلَـلْتُـمْ فَاصْطَادُوْا، وَلَا يَـجْرِمَـنَّـكُـمْ شَـنَـئَـانُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوْكُـمْ عَنِ الْمـسْجِـدِ الْحَرَامِ أَنْ تَـعْـتَدُوْا، وَتَـعَاوَنُوْا عَـلَى الْبِـرِّ وَالتَّـقْوَى وَلَا تَـعَـاوَنُوْا عَـلَى الْإِثْـمِ وَالْـعُدْوَنِ، وَاتَّـقُوْا اللهَ، إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْـعِـقَـابِ.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan janganlah kehormatan bulan-bulan Haram, jangan (mengganggu) binatang had-yu, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridlaan dari Tuhannya dan apabila kalian telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah kalian berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kalian dari masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan saling tolong menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah kalian salilng tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. Qs. Al Maa’idah 2.

Ciri Khusus Aqidah Islam Dan Para Pengikutnya Bag.4

Akhlak; sungguh dalam Islam amat sangat dijunjung tinggi. Bahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri pernah bersabda bahwa sesungguhnya beliau diutus untuk memperbaiki akhlak manusia yang rusak.

Tidak seperti pada umumnya, dalam Islam semuanya disikapi dengan penuh ketawadhu’an (hasil dari akhlak tentunya). Sehingga semuanya disikapinya dengan akhlak. Seperti akhlak kepada Allah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, para sahabatnya, akhlak terhadap Al Qur’an, akhlak kepada orang yang lebih tua dan seterusnya.

Berikut adalah contoh-contoh akhlak kepada;

  • Allah; ketika menghadap kepada Allah (shalat) maka diupayakan agar berpakaian rapi dan bersih. Memakai wangi-wangian lebih bagus lagi.

Ridla terhadap segala keputusan/titah-Nya. selain itu apabila mau masuk ke WC maka apabila atribut yang ada pada tubuh yang bertuliskan kaliamt ALLAH maka harus dilepas. Sebagaimana dahulu Rasulullah selalu melepas cincinnya yang bertuliskan LAA ILAAHA ILLAAH, MUHAMMAD RASULULLAH. Selain itu saat di WC pun dilarang membaca Al Qur’an, menjawab salam dan sebagainya. Dan masih banyak akhlak kepada Allah yang harus diketahui kaum muslimin.

  • Rasulullah; harus menghormati beliau, dilarang memanggilnya dengan suara keras. Adapun bagi manusia saat ini maka dilarang mengatas namakan beliau apabila memang tidak ada suatu ajaran dari beliau tentang sesuatu itu. Misalkan Rasulullah tidak mengajarkan tentang “A”, maka dilarang seorang muslim mengatakan bahwa “A” itu ajaran dari Rasulullah. Sebab selain hal adalah suatu kedustaan, dia juga tidak berakhlak kepada Rasulullah.

Tidak boleh bersandau gurau dengan mengatas namakan Rasulullah, dan sebagainya.

  • Para sahabat Rasulullah; sudah diketahui bersama bahwa mengkritisi sahabat adalah suatu larangan. Adapun apabila melihat adanya sahabat yang berselisih sesama mereka maka kaum muslimin saat ini dilarang memihak sahabat yang lalu mencela sahabat lainnya. Tetapi yang dilakukan ahlu sunnah adalah mereka diam dan hanya mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
  • Al Qur’an; disarankan agar meletakkan Al Qur’an dalam posisi yang lebih tinggi. Membacanya disarankan harus tartil, dilarang membuang robekan AL Qur’an ke sembarang tempat. Jadi apabila ditemu adanya robekan Al Qur’an maka sebaiknya dibakar atau ditimbun sekali. Dilarang membaca Al Qur’an saat buang hajat, dan sebagainya.
  • Kepada guru dan orang tua; Sungguh Rasulullah selalu menjalin hubungan kekeluargaan kepada ibu susuannya dan saudara-saudara susuannya. Begitu bagaimana para ulama yang begitu hormat terhadap orang tua dan guru-guru mereka. Sebab berbuat baik kepada mereka adalah salah satu sarana untuk meraih keberkahan.

Jadi, begitulah ahlu sunnah, mereka benar-benar menzoom betul semua perbuatan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button