Ketahuilah bawa Allah-lah yang menganugerahkan nikmat kepada manusia. Yang telah menciptakan manusia dan juga menciptakan amalnya. Jadi sebenarnya tidak ada gunanya bersikap ujub seseorang terhadap amalannya. Tidak ada gunanya orang yang merasa tahu karena ilmunya. Dan tidak ada gunanya orang yang merasa cakep karena keelokan wajahnya, dan tidak ada gunanya orang yang merasa kaya dengan kekayaannya karena semuanya berasal dari Allah Ta’ala. Bani Adam hanyalah sebagai tempat pelimpahan nikmat dan tempat bai kenikmatan orang lain.
Sesungguhnya suatu amal itu tercapai karena kesanggupan diri sendiri. Tidak bisa digambarkan ada amal kecuali dirinya ada, begitu pula ada amalnya karena (atas) kehendaknya dan kesanggupannya. Lalu dari manakah kesanggupan dirinya itu (sebenarnya)?

Semua itu adalah dari Allah Ta’ala. Jika amal harus dengan kesangupannya, maka kesanggupan itu merupakan kunci. Dan kunci itu berada di tangan Allah Ta’ala. Siapa yang tidak diberi kunci maka dia tidak mungkin bisa beramal, seperti orang yang berada di depan almari yang terkunci rapat. Tentu dia tidak akan bisa membukanya dan mengambil isinya kecuali setelah dia memiliki kuncinya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
لَا يُـدْخِلُ أَحَدًا مِنْـكُـمْ عَـمَلُـهُ الْجَنّـةَ، وَلَا يُـجِيْـرُهُ مِنَ النَّـار، وَلَا أَنَـا إِلَّا بِـرَحْمَـةٍ مِنَ اللهِ.
“Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat Allah”. Diriwayatkan imam Muslim.
Pada hadits lain disebutkan:
أَنَّ أَبَـا هُرَيْـرَةَ قَالَ: سَمِـعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَـقُوْلُ، “لَن~ يُـدْخِلَ أَحَدًا عَـمَلُـهُ الْجَـنَّةَ”. قَالُوْا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ، “وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَـتَـغَمَّـدَنِي اللهُ بِـفَضْـلٍ وَرَحْـمَةٍ.
Sesungguhnya AbuHurairah radliyallahu ‘anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga”.
Beberapa sahabat bertanya, “Engkau juga tidak, wwahai Rasulullah?”.
Belau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah Ta’ala”. Diriwayatkan Bukhari no. 5673 dan Muslim no.2816.
Setidaknya dari dua hadits di atas bisa dijadikan sebagai bahan renungan bahwa kalau bukan karena Allah Ta’ala maka sungguh manusia ini tidak bisa sama sekali berbuat sesuatu yang remeh sekalipun.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
