Dari Malik bin Anas, dia berkata, Sa’id bin Musayyab rahimahullah berkata, “Sesungguhnya tidak ada orang yang mulia; baik itu ulama, orang yang berbudi luhur, atau siapapun kecuali dia memiliki aib (kesalahan). Akan tetapi jika kebaikan seseorang lebih banyak daripada kekurangannya, maka kekurangan itu akan hilang karena kebaikannya, sebagaimana jika kekurangannya lebih banyak, maka kebaikannya akan hilang”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 2/81.
Sebenarnya perkataannya Sa’id bin Musayyab rahimahullah ini setidaknya berkesesuaian dengan beberapa hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sebab manusia itu pada dasarnya –baik disengaja maupun tidak- memiliki kesalahan terhadap Allah maupun manusia.
Makanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selalu menganjurkan umatnya agar selalu beristighfar (meminta ampunan) kepada Allah Ta’ala. Sebab siapa tahu diri ini melakukan kesalahan yang tidak disengaja sehingga harus sesegera mungkin agar meminta ampunan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Qs. Ali Imran 135.
Tidak hanya meminta ampun untuk diri sendiri, tetapi pada ayat di bawah ini Allah justru mengajarkan hamba-Nya agar memberi maaf kepada manusia dan memintakan ampunan kepada mereka (yang ‘bergesekan’ dengan dirinya).
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Qs. Ali Imran 159.
Selain itu setiap manusia tentu melakukan kesalahan terhadap manusia lainnya, baik disengaja maupun tidak. Oleh karena itu agar manusia tersebut mau memafkan maka alangkah baiknya jika diri ini selalu yang mendahului meminta maaf. Dan bahkan kesalahan itu bisa saja ditutupi dengan segudang kebaikan guna menutupi kesalahannya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda;
إِتَّـقِ اللهَ حَيْـثُ مَا كُنْتَ، وَأَتْـبِـعِ السَّـيِّـئَـةَ الْحَسَـنَةَ تَـمْحُـهَـا، وَخَـالِقِ النَّـاسَ بِـخُـلُـقٍ حَسَـنٍ.
“Bertakwalah kepada Allah di manapun engkau berada, danhendaknya setelah melakukan keburukan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaullah dengan orang lain dengan akhlak yang baik”. Riwayat Ahmad dan Tirmidzi. Hadis hasan.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
