Imam Adz Dzahabi berkomentar dalam biografinya Muhammad bin Ahmad bin Yahya Al Utsmani Asy Syafi’i Al Asy’ary, aku (imam Adz Dzahabi) katakan, “Kaum ekstrimis Mu’tazilah, kaum ekstrimis Syi’ah, kaum ekstrimis Hambali, kaum ekstrimis Asy’ariyah, kaum ekstrimis Murji-ah, kaum ekstrimis Jahmiyah dan kaum ekstrimis Karamiyah. Dunia telah diguncang oleh mereka. Dan mereka telah menjadi banyak (pengikutnya) dan di antara mereka adalah orang-orang dari kalangan cerdik pandai, ahli ibadah dan ulama.
Kami memohon ampunan dan pengampunan (maghfirah) kepada Allah untuk para pemegang tauhid. Kami berlepas diri dari kelompok hawa nafsu dan ahli bid’ah. Kami sangat cinta kepada sunnah dan para pengikutnya. Kami juga mencintai para ulama karena apa yang diikutinya (sunnah) berupa sifat-sifat yang patut diikuti dan terpuji. Dan kami tidak mencintai sesuatu yang baru yang di dalamnya ada (diberikan) penafsiran yang mubah, akan tetapi pelajaran itu terletak pada banyaknya sifat-sifat yang baik”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 20/45-46.

Seringkali hari ini mendapatkan kabar, mendengar dan melihat di video-video tentang banyaknya pemahaman dari kalangan kaum muslimin. Apalagi bila kemudian ditambah-tambahi dengan berita kekinian, sehingga sangat mudah faham-faham dari kelompok kaum muslimin ini diramu dengan berita kekinian, sehingga terbangunlah suatu opini yang tekadang menjurus pada faham yang ekstrim. Sebab ini bisa menjurus pada sikap ghuluw. Apa itu ghuluw?
Ghuluw adalah sikap berlebih-lebihan terhadap suatu kelompopk ataupun seseorang. Dan ghuluw ini semacam virus. Apabila tidak segera dibenahi pemahamannya maka akan mampu menggerogoti tubuh sehingga sistem imunitas keimanannya bisa drop.
Namun perlu diketahui bahwa ternyata jauh-jauh hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah memperingatkan:
Dari Umar bin Khaththab radliyallahi ‘anhu, dia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
لَا تُـطْرُوْنِي كَـمَـا أَطْـرَتِ النَّـصَارَى ابْـنَ مَرْيَـمَ، فَـإِنَّـمَـا أَنَـاعَـبْدَهَ. فَـقُـوْلُـوٍا: عَـبْدُ اللهُ وَرَسُـوْلُـهُ.
Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku sebagaimana orang-orang Nasrani melampaui batas dalam memuji (Isa) bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah: Abdullah dan Rasulullah (hamba Allah dan utusan Allah).
Pada hadits lain disebutkan:
إِيَّـاكُـمْ وَالْغُـلُـوُّ فِى الدِّيْـنِ، فَـإِنَّـمَـا أَهْـلَكَ مَنْ كَانَ قَبْـلَكُـمْ الْغُـلُـوُّ فِى الدِّيْـنِ.
“Jauhkanlah diri kaian dari sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama, karena sesungguhnya sikap ghuluw ini telah membinasakan orang-orang sebelum kalian”. Riwayat Ahmad.
لَا تَـغْـلُـوْا فِآ دِيْـنِـكُـمْ.
Jangnalah kamu melampaui batas dalam agamamu. Qs. An Nisaa’ 171.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
