Abu Rabi’ Muhammad bin Fadhlul Balkhi berkata, ‘Aku mendengar Abu Bakar Muhammad bin Mahrawaih Ar Razi berkata, ‘Aku mendengar Ali bin Husain bin Junaid berkata, ‘Aku mendengar Yahya bin Ma’in berkata, “Kami mengkritik orang-orang yang mungkin telah menempati surga lebih dari dua ratus tahun yang lalu”.
Aku katakan (maksudnya, yang berkata adalah imam Adz Dzahabi), “Barangkali (yang dimaksud adalah) seratus tahun yang lalu. Sebab pada zaman Yahya (bin Ma’in) jumlah itu tidak akan mencapai jumlah sebanyak ini”.
Ibnu Mahrawaih berkata, “Aku pernah mendatangi Abdurrahman bin Abi Hatim, ketika itu dia sedang membacakan kitab ‘Jarh Wat Ta’diil’ kepada orang-orang. Maka aku ceritakan kepadanya tenang hal itu. Dia pun menangis dan tangannya gemetar hingga kitab yang dipegangnya jatuh. Dia pun menangis tersedu-sedu. Diapun memintaku untuk mengulangi cerita itu”.
Aku katakan (maksudnya, yang berkata adalah imam Adz Dzahabi), “Dia terpengaruh olehnya karena takut dan khawatir akan akibatnya. Jika tidak, perkataan orang yang mengkritik orang lemah adalah nasehat demi agama Allah dan pembelaan terhadap sunnah”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 13/268.

Dahulu pada zaman Soeharto, ada seorang menteri yang menulis sebuah buku, yang buku itu dijadikan sebagai bahan ajar di perkuliahan pasca sarjana. Dalam pendahuluan buku itu dikatakan bahwa penulis mengilustrasikan jika semua orang melihat gunung dari jarak yang jauh, maka akan terlihat keindahan gunung itu yang begitu memukau. Tetapi bila didekati, maka gunung itu ada hutan, binatang buas, belerang, jalanan yang terjal lagi sulit, dan masih banyak sekali. Hingga tidak heran bila ada orang-orang yang mendaki ada meninggal karena ganasnya gunung itu.
Dan ternyata, ilsutrasi itu ditujukan kepada para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Na’udzubillah!
Jadi, seakan jika mendengar cerita tentang para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam seakan memang benar-benar indah dan menakjubkan. Tetapi jika di-zoom, maka ternyata para sahabat itu seakan seperti zombi. Na’udzubillah!
Dan ternyata dahulu pun sudah ada orang-orang yang mengkritisi para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ini.
Bagaimana mungkin para sahabat dikritisi? Padahal mereka saja sudah diridhai Allah Ta’ala sementara yang mengkritisi sama sekali tidak dan belum tentu.
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. Qs. At Taubah 100.
Allah saja sang pemilik segalanya ini ridha kepada mereka (para sahabat) kenapa juga ada orang yang hidupnya belakangan bisa mengkritisinya? Ingatlah bahwa pada masa itu sangat banyak orang yang hidup bersama mereka namun mereka kafir dan menentang dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, sedangkan mereka menerima Islam sebagai agama mereka. Meskipun tantangan begitu dahsyatnya, namun mereka tetap bertahan. Maka sangat masuk akallah bila kemudian Allah ridha terhadap mereka.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
