Berurusan dengan Kesalahan Bag.13

Imam Adz Dzahabi ketika menulis biografi Nashir Lidinillah, beliau berkata, “Aku telah menceritakan biografinya kepada kakek mereka. Dan aku telah menyiapkannya dengan beberapa tambahan dan (beberapa) manfaat (yang dapat diambil pelajaran); 

Jika pemimpin itu bersemangat dalam jihad, maka aku akan menanggung kesalahannya dan perhitungannya ada di sisi Allah. Namun jika dia membunuh (semangat) jihad, menindas para pemangku (jihad) dan menghancurkan semua perangkat jihad, maka Tuhanmu sedang mengawasi”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 15/564. 

Ini adalah salah satu sejarah pahit yang pernah dialami kaum muslimin. Yakni ketika Nashir Lidinillah diangkat sebagai khalifah menggantikan ayahnya pada 2 Dzulqa’dah 575 H/ 6 April 1180 M hingga wafatnya pada 29 Ramadhan 622 H/ 11 Oktober 1225 M. Dia adalah khalifah dengan masa jabatannya yang sangat panjang, sekitar 45 tahun.  

imam adz dzahabi

Khalifah Nashir Lidinillah sangat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Di antara ingin merebut wilayah Ray dari Alauddin Tekisy (padahal keduanya adalah kekuasaan Islam). 

Setelah Alauddin Tekisy wafat, kekuasaan digantikan anaknya bernama Alauddin Muhammad. 

Karena persertetuan antara Nashir Lidinillah dan Alauddin Muhammad inilah akhirnya Nashir Lidinillah memperovokasi Jengis Khan agar menginvasi kesultanan Khawarizmi Syah (Alauddin Muhammad berada dalam wilayah itu). 

Karena provokasinya itulah akhirnya Jengis Khan pada tahun 612 H/ 1215 M mengirimkan orang-orang Mongol yang beragama Islam untuk menjalin hubungan dagang dengan dinasti Khawarizmi Syah.  

Pada tahun 615 H/1218 M, Jengis Khan mengirim saudagarnya ke distrik Otar yang dipimpin wali kota Ghayer Khan. Saat itu 400 orang saudagar membawa barang komoditas yang sangat besar. Rombongan Ghayer Khan ini dianggap sebagai mata-mata Jengis Khan. Maka Alauddin Muhammad memerintahkan agar rombongan dibunuh, barang-barangnya disita dan dijual ke pedagang Bukhara. 

Jengis Khan mengirim utusan untuk menolak tuduhan itu. Namun utusan itu malah dibunuh oleh Sultan Alauddin Muhammad. Jengis Khan memperingatkan Sultan dan mengancam akan menyerang wilayah Khawarizmi Syah. Alauddin malah memulai agresi ke wilayah terluar kekuasaan Mongol yang ternyata hanya ada sekumpulan prajurit kecil. 

Begitulah yang akhirnya justru negeri-negeri Islam dicaplok oleh Jengis Khan. Sementara di dalam negeri sendiri banyak kaum muslimin yang menderita karena kekalimannya Nashir Lidinillah. 

Maka pantas saja jika imam Adz Dzahabi mengatakan bahwa jika Nashir Lidinillah memadamkan api jihad beserta perangkatnya maka Allah sedang mengawasinya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button