Diriwayatkan Abdan bin Utsman, dari Abdullah bin Mubarak, dia berkata, “Jika kebaikan seseorang lebih banyak daripada keburukannya, maka tidak disebutkan keburukannya. Dan jika keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya maka tidak disebutkan kebaikannya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 8/398.
Ini sudah menjadi biasaan umum di tengah-tengah masyarakat. bahkan ada yang lebih tragis lagi; yakni ada orang-orang tertentu yang memiliki sikap oportunis, dia selalu memuji-muji orang yang selalu memberi angpao kepada dirinya. Tetapi ketika orang yang biasanya itu memebrikan angpao kepada dirinya suatu saat tidak memberi angpao kepada dirinya, maka dia langsung mencelanya.
Akan tetapi ungkapan Abdullah bin Mubarak rahimahullah itu sebenarnya cambuk bagi setiap muslim agar selalu mawas diri dalam setiap bertindak. Yakni agar tidak gegabah dalam setiap tindakan.
Namun begitu bukan berarti bahwa banyaknya kebaikan itu akan terus dikenang atau banyaknya keburukan yang sering dilakukan lalu kebaikannya akan tertutupi oleh keburukannya. Tidak seperti itu!

Tetapi setiap muslim seharusnya berusaha bagaimana caranya agar dirinya sellau berbuat baik. Jika sudah banyak mengerjakan kebaikan maka tetap harus ditingkatkan atau setidaknya dipertahankan perbuatan baik yang sudah dijalaninya itu. Adapun bagi mereka yang lebih sering mengerjakan keburukan maka seharusnya dia berusaha bagaimana caranya agar perbuatan buruknya semakin berkurang dan perbuatan baiknya semakin bertambah.
Jadi pandangan orang terhadap dirinya (jika memang sebelumnya banyak berbuat keburukan/kejahatan) itu negatif, jangan surut dalam langkah. Melainkan hal itu dijadikan sebagai lecutan untuk merubah menuju kebaikan.
Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bercerita bahwa dahulu pernah ada seorang wanita pelacur namun beliau katakan bahwa wanita pelacur itu masuk surga?
Jadi bukan karena pekerjaannya buruk lalu sedikit saja kebaikan lalu yang diingat hanya keburukannya. Melainkan justru di akhir hayatnya itulah yang akan dikenang dan dihisap.
Bahkan pada haidts lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa barangsiapa di akhir hayatnya mengucapkan dua kalimat syahadah maka dia akan amsuk surga.
Adapun yang dimaksud oleh Abdullah bin Mubarak di atas adalah keumumannya pada kebanyakan manusia. Yakni bahwa jika kebaikan seseorang lebih banyak daripada keburukannya, maka tidak disebutkan keburukannya. Dan jika keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya maka tidak disebutkan kebaikannya.
Oleh karena itu bagi orang yang kebaikan sudah banyak, janganlah mengendorkan kebaikan yang telah ditanamnya. Namun bagi mereka yang masih banyak perbuatan buruknya hendaknya mengurangi perbuatan buruknya dan semakin memperbanyak perbuatan baiknya. Agar surga menantimu.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
