Bentuk-bentuk Istihza’
Penampilan seseorang terkadang terlihat dari aksesoris pakaian yang dikenakannya. Sehingga orang tersebut akan dinilai oleh orang dengan suatu penilaian tertentu. Dan dari penilaian itu akhirnya orang lain akan bersikap sesuai dengan penilaiannya.
Begitu halnya dengan istihza’. Dalam hal tingkatan istihza’ juga sama. Setidaknya ada empat bentuk istihza’.
Istihza’ pertama: istihza’ kepada Allah Ta’ala.
Semua tahu bahwa Allah Ta’ala itu: Yang Maha Satu (الْوَاحِدُ), Yang Maha Esa (الْأَحَدُ), Yang Maha Tunggal (الْفَردُ), Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (الصَّمَدُ), Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدُ), Yang Maha Pertama tanpa ada yang mengawali (الْأَوَّلُ بَلَا ابْـتِدَاءُ), Yang Maha Akhir tanpa ada penghabisan(الْآخِرُ بِلَا انْـتِهَاءُ), Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Terhormat (الْقَوِيُّ الْعَزِيْـزُ), Yang Maha Memaksakan Kehendak lagi Arogan (الْجَبَّارُ الْمُتَـكَـبِّرُ), dan masih banyak lagi sifat-sifat-Nya yang sempurna. Sebagaimana firman-Nya:

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرضِ، جَعَـلَ لَكُـمُ مِّنْ أَنْـفُسِكُـمْ أَزْوَاجًـا وَمِنَ الْأَنْـعَامِ أَزْوَاجًـا يَذْرَؤُكُـمْ فِيْهِ، لَيْسَ كَـمِثْـلِهِ شَيْءٌ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.
(Dia) Pnecipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri berpasang-pasangan dan dari jenis binatang ternak berpasang-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Qs. Asy Syuuraa 11.
Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu yang ada di muka bumi (termasuk yang di dalam bumi) ini. Dan Allah juga telah menciptakan manusia (dan juga jin) dan seluruh binatang berpasang-pasangan.
Selain itu semua makhluk (ciptan-Nya) Allah –baik manusia, jin dan binatang- memiliki awal dan akhir dalam kehidupannya. Selain itu semua makhluk-Nya juga memiliki kekurangan di balik kelebihannya. Dan hanya Allah-lah satu-satunya yang berbeda. Tidak ada satupun yang bisa menyerupai-Nya.
Tetapi anehnya ada saja orang-orang yang tidak beriman kepada Allah ini. Mereka berani melakukan istihza’ kepada Allah. Ya, mereka melakukan istihza’ dengan bentuk-bentuk seperti di bawah ini:
1. Faham atheis dan materialis.
Semua tahu tentang faham. Yakni faham mengatakan bahwa sesungguh agama hanya candu dan racun yang membuat manusia selalu tersekat setiap gerak dan perilakunya. Na’udzubillah.
Padahal justru Allah Ta’ala telah menjamin bagi siapa saja (muslim) mau mengingat Allah maka Allah akan menenteramkan hatinya.
الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِـنَّ قُلُوْبُـهُـمْ بِذِكْرِ اللهِ، أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَـئِنُّ قُلُوْبُ.
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Qs. Ar Ra’du 28.
فَاذْكُرُوْنِى أَذْكُـرْكُـمْ وَاشْكُـرُوْلِى وَلَا تَكْـفُرُوْنِ.
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. Qs. Al Baqarah 152.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
