Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.6

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.6

Istihza’ kedua: istihza’ kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Dalam surat Al Hujuraat ayat pertama disebutkan tentang larangan mendahului Allah dan Rasul-Nya yang membuat Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu menangis. Sebab Abu Bakar teringat akan peristiwa ketika beliau menemani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam perjalanan hijrah.

Tetapi hal itu dijawab langsung oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu bukanlah yang dimaksud pada ayat di atas.

Namun justru yang harus diperhatikan adalah ayat yang kedua dan ketiganya:

يَـآ أَيُّـهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لَأ تَرْفَعُوْا أَصْوَاتَـكُـمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْـهَرُوْا لَهُ بِالقَوْلِ كَجَهْرِ بِعْضِكُـمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْـمَالُكُـمْ وَأَنْـتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ. إِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ أَصْوَاتَهُـمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ أُولئِكَ الَّذِيْنَ امْتَـحَنَ اللهُ قُلُـوْبَهُـمْ لِلتَّـقْوَى، لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيْمٌ.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. Qs. Al Hujuraat 2-3.

Ya, kedua ayat di atas mengajarkan adab bersuara ketika berada di sisi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Sedangkan surat At Taubah 65 di bawah menceritakan tentang orang-orang munafik yang bercanda terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan konsekwensinya:

munafiq

وَلَئِـنْ سَأَلْتَـهُمْ لَيَـقُوْلُنَّ إِنَّـمَا كُنَّـا نَخُوْضُ وَ نَلْـعَبُ، قُلْ أَبِاللهِ وَآيَـاتَهِ وَرَسُوْلِهِ كُنْـتُمْ تَسْتَـهْزِءُوْنَ.

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Qs. At Taubah 65.

Ya, ayat si atas turun berkaitan erat dengan perang Tabuk. Dalam riwayat dari Ibnu Mundzir dari Qatadah, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam para perang Tabuk melihat sekelompok orang dihadapannya mengatakan: “Apakah lelaki ini (Rasulullah) mengharapkan akan memperoleh istana dan benteng di negeri Syam? Tidak mungkin, tidak mungkin”.

Lalu Allah memberitahukan kepada nabi-Nya apa yang dibicarakan oleh sekelompok orang tersebut. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Kamu telah berkata begini dan begitu”.

Mereka menjawab, “Wahai nabi Allah, kami hanya bersendau gurau dan bermain-main saja”. Akhirnya mereka (lisannya) meminta maaf.

Maka turunlah ayat di atas, Qs. At Taubah 65. Dan permintaan maafnya itu dijawab dengan ayat berikutnya.

Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka bertaubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. Qs. At Taubah 66.

Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bercanda agar tidak terjerumus ke dalam kekafiran yang tidak disadari. Dan beradablah terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button