Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.5

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.5

Istihza’ kedua: istihza’ kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wa salam.

a. Adab terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Di atas sudah disebutkan tentang bagaimaan seorang muslim harus bersikap terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tetapi kenyataannya masih saja orang-orang yang mengaku dirinya beriman namun tidak memiliki adab terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Perlu diketahui bahwa memanggil Rasulullah shalallahu ‘alaiihi wa salam dengan nada tinggi saja dilarang, apalagi membentak. Atau memanggil teman dengan suara lantang sementara Raulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga dilarang. Bahwa para ulama juga melarang keras kepada seluruh kaum muslimin bersuara keras di saat berada di kuburan beliau shalallahu ‘alaihi wa salam. Padahal beliaunya sudah wafat.

Ya, inilah adab dalam Islam terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

يَآ أَيُّـهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْالَا تُـقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاتَّقُوْا اللهَ، إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَـلِيْمٌ.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Qs. Al Hujuraat 1.

abu bakar ash shiddiq

Ketika ayat ini turun, yang pertama kali cemas dan sedih adalah Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Ya, beliau teringat di saat beliau mendampingi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam perjalanan hijrah dari Makkah, tepatnya setelah keluar dari gua Tsur.

Dalam perjalanannya Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu selalu berjalan mengitari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Terkadang Abu Bakar berjalan di sebelah kiri Rasulullah, terkadang di sebelah kanan. Terkadang Abu Bakar berada di belakang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan terkadang juga Abu Bakar Ash Shiddiq radlliyallahu ‘anhu berada di depan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Sebenarnya Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu melakukan seperti itu bukan berarti ingin mendahului Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (karena berada di depan Rasulullah). Melainkan karena Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu mempunyai maksud untuk melindungi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Jadi, ketika Abu Bakar Ash Shiddiq berada di sebelah kiri Rasululullah itu Abu Bakar hanya ingin melindungi beliau. Sebab siapa tahu masuh yang ingin mencelakai Rasulullah berada dari sebelah kiri. Kemudian seandainya musuh dari sebelah kiri itu hendak menyerang Rasulullah maka harapannya Rasulullah masih tetap selamat. Sebab orang yang terkena serangan musuh pertama kali adalah Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu.

Begitu juga ketika Abu Bakar Ash Shiddiq berada di sebelah kanan atau belakang ataupun depannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Dan ketika Abu Bakar berjalannya berada di belakang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam lalu ada orang yang bertanya tentang Rasulullah. Maka dijawab Abu Bakar dengan mengatakan bahwa orang yang di depannya adalah penunjuk jalannya.

Kenapa dilakukan seperti itu? Sebab saat itu kondisinya amat sangat genting sekali. Yakni Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sedang diburu oleh orang-orang musyrik Quraisy dan akan mendapatkan hadiah seratus ekor unta bagi yang menemukan dan menagkap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Maka Abu Bakar berbuat seperti itu. Tetapi ketika surat Al Hujuraat ayat pertama itu turun maka orang yang pertama kali sedih adlah Abu Bakar Ash Shiddiq. Sebab Abu Bakar takut bila ayat itu mengenai dirinya.

Tetapi ketika Rasulullah menjelaskan bahwa ayat itu tidak menyinggung dirinya maka senanglah hati Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button