Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.3

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.3

3. Perkataan tokoh:

Sesungguhnya banyak sekali para tokoh yang berucap istihza’ terhadap Allah Ta’ala dan merendahkan Allah. Padahal Allah adalah Maha Tinggi dan Maha Mulia.

Berikut ini para tokoh yang telah melakukan istihza’:

a. Fir’aun laknatullah ‘alaihi.

Semua umat muslim sudah tahu Fir’aun adalah paling sombong dan congkak yang pernah ada di muka bumi. Dan saking congkaknya itu dia menyebut dirinya sebagai tuhan yang paling tinggi.

فَحَـشَرَ فَنَـادَى. فَـقَالَ أَنَا رَبُّـكُـمُ الْأَعْـلَى.

Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Qs. An Naazi’aat 23-24.

Dia melakukan hal ini seusai didakwahi nabi Musa ‘alaihi salam. Ya, nabi Nusa ‘alaihi salam yang notabenenya dahulu dibawah asuhan dirinya. Namun setelah berpisah hanya beberapa waktu saja tahu-tahu anak asuhannya ini menjelma menjadi seorang rasul (utusan) Allah.

Ya, di sinilah letak keegoannya yang akhirnya justru menjerumuskan diri sendiri untuk menjadi kafir. Na’udzubillah.

b. Slogan: suara rakyat adalah suara tuhan.

firaun

Ini adalah salah satu slogan dari demokrasi. Suatu slogan yang selain suatu perbuatan istihza’ juga bisa membuat bagi orang yang meyakininya akan bisa mengeluarkan dirinya dari agama ini.

Bukankah Allah Ta’ala adalah Maha darisegalanya serba baik?

Allah, tidak ada Tuhan (yang bdrhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.kepunyaan-Nya apa yang di langit dan yang di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa seizin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Qs. Al Baqarah 255.

Setelah melihat ayat di atas, apakah masih mau mengatakan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan?

c. Slogan hukum (buatan) manusia.

Masalah hukum juga tidak jauh berbeda. Hari ini banyak orang yang menolak ketika diajak untuk kembali berhukum kepada hukum Allah. Alasannya klasik; bukan negara Islam-lah, hanya urusan antar manusia-lah, Allah menciptakan otak pada manusia adalah agar manusia itu berfikir, dan sebagainya.

Padahal sebenarnya untuk masalah hukum maka harus dikembalikan kepada Allah. Sebab hukum Allah-lah yang paling adil, sedang hukum manusia (buatan manusia) sering tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dengan begitu tetap saja sebenarnya keadilan hanya masih dalam angan.

Sedangkan hukum Allah sudah terbukti yang keadilannya bisa menyeluruh kepada semua lini lapisan masyarakat.

أَلَيْسَ اللهُ بِـأَحْكَـمِ الْحَـاكَـمِيْنَ.

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? Qs. At Tiin 8.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button