Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.23

Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.23

Bentuk-bentuk istihza’. 23.

Istihza’ kedua: istihza’ kepada Hukum-hukum Allah. (lanjutan).

d. Dengan shalat.

Semuanya tahu bahwa ibadah shalat apabila dikerjakan/dilaksanakan hanya membutuhkan waktu maksimal sepuluh menit. Diawali dengan takbitarul ihram dan diakhiri dengan salam. 

Tetapi anehnya, walaupun hanya sepuluh menit maksimalnya saat dikerjakan tanpa membawa beban di badan sekalipun. Ternyata sangat banyak dari kaum muslimin yang merasa berat melakukannya. 

Dan yang lebih aneh lagi, rasa berat untuk melaksanakannya oleh kaum muslimin tidak dikatakanya secara jujur melainkan justru mereka melakukan ‘manuver’ untuk menghindarinya. Salah satunya ya membuat mereka membuat alasan-alasan atau lelucon dengan mengatakan bahwa shalat itu nomor dua, misalnya.

sholat

Ketika ditegur karena ucapannya yang mengatakan bahwa shalat itu nomor dua, mereka dengan entengnya mengatakan bahwa shalat dalam urutan rukun Islam berada dalam urutan kedua setelah syahadatain (dua kalimat syahadat).

Inilah istihza’!

Juga kalimat, “Shalat itu boleh dilanggar”. Mengerikan bukan?

Ini juga kalimat istihza’. Walaupun pelakunya diakui kalau dirinya shalat. Hanya saja ucapan seperti itu seharusnya tidak diucapkannya. 

Memang dahulu pada medio tahun 1980’an ke bawah di Indonesia tempat shalat yang kecil dan hanya dipakai untuk shalat jamaah lima waktu saja tetapi tidak digunakan untuk shalat Jum’at itu disebutnya LANGGAR. Baru kemudian sekitar tahun 1990’an ke atas kaum muslimin Indonesia lebih familier menyebutnya dengan MUSHALLA. 

Tentu semua kaum muslimin tahu bahwa shalat adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim/muslimah yang harus dilaksanakan. Lima kali dalam sehari semalam. Dan bagi kaum lelaki (dari kaum muslimin) diharuskan shalat berjamaah di masjid (atau di mushalla/langgar bila jauh dari masjid), tepat waktu. 

أَقِـمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلَ وَقُـرْءآنَ الْفَجْرِ، إِنَّ قُـرْءآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا.

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).Qs. Al Isra’ 78.

أَقِـمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَـارِ وَزُلُـفًا مِّنَ اللَّيْلِ، إِنَّ الْحَسَنَـاتِ يُذْهِبْـنَ السَّيِّـئَاتِ، ذَلِكَ ذِكْـرَى لِـلَّاكِرِيْـنَ.

Dan dirikanlah shalat itu pada tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Qs. Huud 114.

Dua ayat di atas itu menunjukkan dalil tentang shalat lima waktu. 

Dan bahkan shalat itu juga bisa dipakai untuk meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala.

وَاسْتَـعِيْنُوْا بِالصَّبْـرِ وَالصَّلَاةِ، وَإنَّـهَـا لَكَـبِيْرَةٌ إِلَّا عَـلَى الْخَشِعَيْنَ. 

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Qs. Al Baqarah 45.

Jadi masihkah mau melecehkan shalat?

Wallahu a’lamu bish shawaab.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button