Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.17
Istihza’ kedua: istihza’ kepada syi’ar-syi’ar Islam dan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. (lanjutan).
– Hidayah pada Fir’aun.
Selain masalah/perkara siksa/nikmat kubur ternyata perkara aqidah lainnya juga dijadikan sebagai bahan pelecehan dan olok-olokan. Yakni masalah Fir’aun laknatullah ‘alaihi beserta para krunya.
Entah mereka dapat dari mana ide gila itu. Yakni mereka mengatakan –Hambali alias Hanikaf, orang Weleri- mengatakan bahwa kelak di pengadilan mahsyar Allah akan diprotes oleh Fir’aun dan kroni-kroninya. Na’udzubillah.
Hanikaf mengatakan bahwa kelak Allah akan diprotes oleh Fir’aun dan kroni-kroninya. Mereka akan mengatakan kepada Allah (ini tulisannya Hanikaf): “Ya Allah, Engkau bisa saja memasukkan Musa dan kaumnya ke dalam surga. Sebab mereka Engkau beri hidayah, sedangkan kami sama sekali tidak Engkau beri hidayah”. Na’udzubillah kemudian na’udzubillah.
Padahal Allah Ta’ala secara umum telah memberi hidayah kepada seluruh umat manusia.
إِنَّـا هَدَيْـنَـاهُ السَّبِـيْـلَ إِمَّـا شَاكِـرًا وَإِمَّـاكَـفُوْرًا.
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada yang kafir. Qs. Al Insaan 3.

Dari ayat ini saja sudah jelas bahwa Allah telah memberikan hidayah kepada seluruh umat manusia. Hanya setelah itu pilihannya kembali pada diri manusia itu sendiri; apakah mereka mau memanfaatkan hidayah itu sebagai jalan hidupnya atau justru akan ditolak.
Dan hidayah itu sendiri ibarat rambu-rambu lalu lintas di jalan. Ada lampu merah di persimpangan, ada tanda harus pelan-pelan bila ada di pemukiman penduduk atau kerumunan manusia. Ada rambu agar mengurangi gigi bila di jalan yang menurun tajam, atau ada rambu agar mengurangi gigi karena ada tanjakan tajam, dan sebagainya.
Bila pengguna jalan melanggar rambu-rambu yang telah dibuat/dipasang, lalu bila terjadi kecelakaan. Maka jangan disalahkan dinas yang terkait.
Bukankah Fir’aun dan kroni-kroninya sudah Allah kirim dua orang nabi dan rasul sekaligus, nabi Musa dan nabi Harun ‘alaihima salam?
Lalu kenapa mereka mau protes kelak di akhirat?
Bukankah sudah terjadi beberapa kali kejadian yang menjijikan berupa munculnya lalat di hampir seluruh kerajaannya? Munculnya darah di semua pengairan yang ada (hanya) di dalam kerajaannya saja?
Kemudian Fir’aun memanggil Musa dan meminta Musa agar berdoa kepada Allah supaya Allah menghilangkan binatang-binatang yang menjijikkan itu. Kemudian Fir’aun berjanji bila binatang-binatang itu hilang dia akan beriman.
Dan setelah binatang-binatang itu lenyap, kenyataannya Fir’aun masih dalam kecongkakannya.
Lalu kenapa mereka kelak mau protes di akhirat?
Bukankah orang-orang kafir itu juga sudah diberikan banyak peringatan? Tetapi kenapa mereka kelak akan protes?
Kira-kira bermanfaatkah protes mereka (bila ini terjadi)?
مَا يَـفْـعَلُ اللهُ بِـعَذَابِـكُـمْ إِنْ شَكَـرْتُـمْ وَآمَنْـتُـمْ، وَكَانَ اللهُ شَاكِـرًا عَـلِيْـمًا.
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui. Qs. An Nisaa’ 147.
Lihatlah ayat di atas! Allah tidak akan dan tidak memiliki alasan untuk menyiksa orang yang beriman. Sebab mereka telah menerima aturan Allah.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
