Bentuk-bentuk Istihza’ Bag.15
Istihza’ kedua: istihza’ kepada syi’ar-syi’ar Islam dan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Ada sebuah pertanyaan: apa sih yang dimaksud dengan meremehkan/istihza’ terhadap syi’ar-syi’ar Islam?
Jawabannya adalah bahwa syi’ar-syi’ar Islam itu banyak. Di antaranya;
a. Istihza’ dengan perkara aqidah.
Semua tahu bahwa aqidah adalah sumber keyakinan seseorang. Dan dengan aqidah itu pula manusia bisa berkomitmen dengan keyakinannya. Hal itu dibuktikan dengan ringannya para sahabat melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah.
Mereka juga sangat ringan ketika bersedekah, walau sebenarnya mereka sendiri juga membutuhkan.
وَالَّذِيْنَ تَـبَوَّءُو الدَّارَ الْإِيْـمَانَ مِنْ قَبْـلِهِـمْ يُـحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ إِلَـيْهِـمْ وَلَا يَـجِدُوْنَ فِى صُدُوْرِهِـمْ حَاجَـةً مِّـمَّـا أُوْتُوْا وَيُـؤْثِـرُوْنَ عَـلَى أَنْـفُـسِهِـمْ وَلَوْ كَانَ بِـهِـمْ خَصَاصَةٌ، وَمَنْ يُوْقَ شُـحَّ نَـفْسِهِ فَـأُوْلَئـِكَ هُـمُ الْمُفْـلِحُوْنَ.
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Qs. Al Hasyr 9.

Kenapa mereka bersedekah? Sebab mereka ingin beruntung dunia dan akhirat.
Ada juga orang dengan kerelaan hati hartanya dijarah, asalkan dia diperbolehkan mengikuti jejak kekasihnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِى نَـفَسَهُ ابْـتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللهِ، وَاللهُ رَءُوْفٌ بِّالْعَبَـادِ.
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridlaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Qs. Al Baqarah 207.
Bahkan ada yang rela mengorbankan jiwa dan raganya.
مِنَ الْمُؤْمِنِـيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَـاهَدُوْا اللهَ عَـلَيْهِ، فَمِنْـهُـمْ مَّنْ قَضَى نَحْبَـهُ وَمِنْـهُـمْ مَّنْ يَنْـتَظَرُ، وَمَا بَـدَّلُوْا تَـبْدِيْـلًا.
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak tidak merubah (janjinya). Qs. Al Ahzab 23.
Jadi mereka berani dengan kerelaan hatinya berkorban seperti pada ayat-ayat di atas itu disebabkan mereka memiliki keyakinan yang kuat. Dan keyakinan itulah aqidah yang sebenarnya yang membuat mereka mau berkorban seperti di atas.
Tetapi ternyata masih saja ada orang-orang yang melecehkan aqidah para sahabat Rasulullah dengan mengatakan bahwa –kata orang-orang yang melecehkan tersebut- perbuatan dan pemikirannya sangat picik dan terbelakang. Hah?
Lalu keyakinan yang seperti apa yang mereka kehendaki sebenarnya?
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
