Belajar Mengenal Islam
Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pertama kali mendapatkan wahyu, belisu disuruhnya membaca. Namun saat itu Rasulullah mengatakan bahwa dirinya tidak bisa membaca. Karena memang beliau benar-benar buta huruf. Tetapi malaikat Jibril kembali lagi menyuruh agar Rasulullah membaca.
Dan untuk kedua kalinya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan bahwa dirinya tidak bisa membaca. Karena jawabannya tetap sama maka malaikat Jibrilpun kembali lagi menyuruh agar Rasulullah membaca lagi.

Namun ternyata jawaban Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tetap sama, tidak berubah!
Akhirnya malaikat Jibrilpun mengajari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dengan membacakan surat Al ‘Alaq ayat satu sampai ayat kelima.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Qs. Al ‘Alaq 1-5.
Kemudian dalil (ayat) di atas dijadikan sebagai hujjah (dalil/bukti) bahwa Islam mewajibkan belajar. Baik belajar ilmu dunia ataupun ilmu agama. Bahkan sekolah-sekolah yang notabenenya tidak ada sentuhan keislamannya saja mereka terkadang ada yang menggunakan dalil ini demi merekrut siswa dari kalangan umat Islam.
Padahal sebenarnya yang dimaksud ayat di atas adalah membaca yang berkaitan dengan keislaman.
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak/belum bisa membaca?
Jawabannya: BELAJAR!
Terutama belajar tentang keislaman. Sebab jikalau semua ilmu dipelajari maka hal itu tidak akan munkin terjadi. Karena ilmu Allah itu sangatlah luas.
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). Qs. Al Kahfi 109.
Jadi yang pertama dan utama setiap muslim pelajari adaalah tentang ilmu-ilmu ma’rifatullah, ma’rifatun nabi, ma’rifatul Islam dengan berbagai dalil-dalilnya, adab, akhlak, aqidah, fiqh, Al Qur’an dan Al Hadits, muamalah dan sebagainya.
Baru setelah ilmu-ilmu itu dikuasai, kaum muslimin bisa menambah ilmu lainnya sesuai dengan bidang yang diminati. Hal itu sesuai dengan firman Allah Ta’ala:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ.
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. Qs. At Taubah 122
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

