Di atas sudah disebutkan tiga contoh kasus yang pernah dilakukan para pendusta di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, yang mengakibatkan kerugian besar bagi kaum muslimin; baik secara material maupuan imaterial.
Dan endingnya, orang-orang yang mengikuti dan mempercayai Abdullah bin Ubay bin Salul, mereka mendapatkan julukan sebagai orang munafik dan kesaksiannya tidak diterima.
Sungguh suatu efek buruk yang sangat tidak disukai oleh setiap orang tentunya. Bagaimana tidak?

Julukan munafik saja sudah bikin kepala pusing, apalagi bila ditambah dengan tidak diterimanya kesaksiannya. Ini sungguh menyakitkan! Tetapi begitulah kenyataannya.
Pernahkah mendengar di tengah masyarakat; jika suatu saat ada suatu kabar yang bisa bikin orang heboh, lalu ketika dikroscek dari mana asalnya kabar tersebut? Lalu dikatakan bahwa kabar tersebut dari orang yang sudah dikenal di daerah situ bahwa pembawa berita itu seorang munafik atau pendusta atau orang yang sudah tidak bisa lagi dipercaya.
Lalu apa yang terjadi?
Pasti kabar yang tadinya sempat membuat heboh di daerah itu langsung kembali adem ayem. Kenapa
Sebab ternyata sang pembawa kabar adalah orang yang dikenal tidak bisa dipercaya disebabkan dia paling suka berdusta!
Ini salah satu contoh yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Maka tidak heran bila ada orang yang merasa tersinggung ketika dirinya membawa kabar berita kemudian ditanggapi biasa-biasa saja oleh masyarakat. Walaupun dirinya sudah bersumpah sekalipun!
Oleh karenanya perlu diketahui bahwa derajat pendusta itu rendah sekali. Sebab dia dicatat dihadapan Allah sebagai pendusta. Ini adalah seburuk-buruk sifat bagi siapa saja. Sungguh setiap orang pasti akan menolak apabila dirinya dipanggil pendusta/disifati di tengah masyarakat sebagai seorang pendusta. Lantas bagaimana mungkin dia akan membiarkan dirinya (ketika) dihadapan sang Penciptanya sebagai disebut sebagai pendusta?
(Perbuatan) dusta sekali saja akan mengoyak pagar yang menghalangi antara dirinya dengan (sifat) dusta, sehingga (bila dibiarkan) akan merobek/meruntuhkan pagar yang menghalanginya. Dusta, sebagaimana maksiat lainnya, pasti akan dijauhi oleh orang-orang yang tenteram hatinya, ridla kepada Allah dan Allah meridlainya. Apabila dusta terjadi sekali, maka dusta itu akan menjadi sesuatu yang remeh bagi pelakunya, kemudian dia akan terjatuh ke dalam kemaksaitan itu untuk kedua kalinya
Kemudian si pelaku akan semakin meremehkannya, sehingga dusta itu akan menjadi bagian dari perangainya atau karakternya.
Wallahu a’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
