Balasan Di Dunia Bagi Pendusta Bag.5

Itulah dua perbedaan yang sangat mencolok ketika terjadi mobilisasi umum untuk perang menghadapi pasukan kekaisaran Romawi Timur.

Yang munafik (pendusta) tidak ikut berperang lalu seusai berperang mereka menghadap Rasulullah dengan memberikan argumen atau alasan palsu, Rasulullah hanya mengangguk, sedangkan terhadap ketiga orang Islam yang sama-sama tidak ikut berperang, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak terima. Yakni beliau bersikap dengan membuang muka sambil mengatakan bahwa untuk kalian (bertiga) tunggu keputusan (langsung) dari Allah Ta’ala.

Dan sejak itu hingga puluhan hari mereka bertiga ‘diisolasi terbuka’ oleh seluruh penduduk dari kaum muslimin Madinah.

Tetapi ternyata terjadi perbedaan yang sangat mencolok di antara keduanya (orang-orang munafik pimpinan Abdullah bin Ubay bin Salul dengan tiga sahabat yang diisolasi secara terbuka). Walaupun sekilas Rasulullah shalallahu memperlakukannya sangat berbeda namun justru yang diperlakukan agar keras (yakni diisolasi terbuka) itulah yang Allah ampuni dosa-dosanya. Sedangkan yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam diamkan dan tidak diberi sanksi itu ternyata malah Allah tutup hatinya sehingga menjadi keras. Subhaanallah!

Setelah diteliti secara cermat ternyata ketiga orang yang diisolasi terbuka itu ketiganya benar-benar menangis dan menyesal atas ketidak-ikut sertaanya dalam perang Tabuk. Hal itulah yang membuat Allah menerima taubat mereka, adapun orang-orang munafik itu merasa bahwa alasan dusta yang mereka sampaikan dihadapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu diterima. Terbukti (menurut mereka) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak membuang mukanya dan mereka juga tidak mendapatkan sanksi berat. Padahal sebenarnya diamnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu bukannya tidak mau memberinya sanksi melainkan karena hati mereka telah terkunci mati untuk memerima hidayah.

Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergiberperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad). Qs. At Taubah 87.

وَضُوْا بِـأَن يَـكُـوْنُـوْا مَعَ الْخَـوَالِـفِ وَطُـبِـعَ عَـلَى قُـلُوْبِـهِـمْ فَـهُـمْ لَا يَـفْأقَـهُـوْنَ.

Kenikmatan mana lagi setelah (kenikmatan) iman?

Sungguh musibah palling besar. Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersama mereka dan mereka bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam namun iman tidak memeluknya. Maka sungguh amat sangat disayangkan.

لَـكِنِ الرَّسُوْلُ وَالَّـذِيْـنَ آمَـنُوْا مَـعَهُ جَـاهَدُوْا بِـأَمْوَالِـهِـمْ وَ أَنْـفُـسِـهِـمْ، وَ أُوْلَـئِـكَ لَـهُـمُ الْخَـيْـرَاتُ وَ أُوْلَـئِـكَ هُـمُ الْمُـفْـلِحُوْنَ.

Tetapi rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Qs. At Taubah 88.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button