Awal Munculnya Istihza’ Bag.3
لَقَدْ أَرْسَلْـنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ فَـقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوْا اللهَ مَالَكُـمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّى أَخَافُ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ. قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَىكَ فِى ضَلَالٍ مُّبِـيْنٍ.
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu dia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa adzab pada hari yang besar (Kiamat)”. Para pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”. Qs. Al A’raaf 59-60.
لَقَدْ أَرْسَلْـنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِـهِ فَـقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوْا اللهَ مَا لَكُمْ مِ، إِلَهٍ غَـيْرُهُ، إِنِّى أَخَافُ عَلَيْـكُـمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ. قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِـهِ إِنِّا لَنَرَىكَ فِى ظَلَالٍ مُّبِـيْنٍ.
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu dia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa adzab pada hari yang besar (Kiamat)”. Para pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”. Qs. Al A’raaf 59-60.

وَلُوْطًا إذْقَالَ لِقَوْمِـهِ أَتَـأْتُوْنَ الْفَاخِـشَةَ مَا سَبَـقَكُـمْ بِـهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّـكُمْ لَـتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَآءِ، بَلْ أَنْـتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُوْنَ. وَمَاكَانَ جَوَابَ قَوْمَهِ إِلَّا أَنْ قَالُوْا أَخْرِجُوْهُمْ مِنْ قَرْيَـتِكُمْ، إِنَّـهُمْ أُنَأسٌ يَّـتَطَهَّرُوْنَ.
Dan (juga Kamu telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun, (di dunia ini) sebelum kamu?”. “Sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri (sok suci)”. Qs. Al A’raaf 80-82.
Cobalah perhatikan ayat ke-60 dari surat Al A’raaf. Di sana para pemuka kaumnya berkata tentang istihza’ sebenarnya. Sebab mereka justru balik menuduh nabi Nuh ‘alaihi salam sebagai seorang yang tersesat. Kenapa begitu?
Sebab pada dasarnya mereka itu benci terhadap Al Haq, dan nabi Nuh ‘alaihi salam. Sebab nabi Nuh telah berani ‘menegur’ mereka lalu mengajak mereka pada jalan yang benar. Aneh bukan? Tapi itulah kenyataannya.
Sementara pada ayat ke-82 dari surat AL A’raaf, di sana agak sedikit lebih akstrim. Yakni mereka mengajak pada orang lain untuk mengusir nabi Luth dari negerinya. Kenapa?
Jawabannya adalah sama; yakni dikarenakan mereka sangat benci terhadap agama Allah.
Nah karena ada unsur kebencian itulah akhirnya mereka melakukan perbuatan istihza’.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
