Awal Munculnya Istihza’ Bag.2

Awal Munculnya Istihza’ Bag.2

Di atas sudah diterangkan tentang orang yang tidak termasuk dalam katagori istihza’, hal itu disebabkan adanya alasan syar’i sehingga menghalangi seseorang disebut sebagai orang yang istihza’.

Oleh karena itu perlu diketahui yang dimaksud dengan istihza’ itu adalah suatu perbuatan –(seringnya) berupa ucapan- dilakukannya dengan kesengajaan dan penuh kesadaran. Adapun istihza’ itu sendiri muncul disebabkan:

1. Benci dan dengki terhadap agama ini.

Allah Ta’ala sudah memberi petunjuk kepada seluruh manusia tentang pegangan hidup. Agar manusia hidupnya enak dan nyaman; baik di dunia maupun akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَاَنَّ هَذَا صِرَطِي مُسْـتَقِـيْـمًا فَاتَّـبِعُوْهُ، وَلَا تَـتَّـبِعُوْا السُبُـلَ فَتَـفَرَقَ بِكُـمْ عَنْ سَبِـيْلِـهِ، ذَلِـكُمْ وَصَّاكُـمْ بِهِ لَعَـلَّكُـمْ تَـتَّـقُوْنَ.

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. Qs. Al An’aam 153.

Benci dan dengki terhadap agama ini

Ya, semua orang beriman pasti tahu bahwa Allah memilihkan jalan bagi seluruh manusia. Hanya saja setan dari jenis manusia ini tidak rela apabila ada manusia yang mengikuti jalan yang telah Allah pilihkan. Sebab jika jalan Allah telah menjadi pilihan manusia maka jalan-jalan setan itu sepi.

Walhasil para setan dari jenis manusia inipun membenci jalan pilihan Allah. Lalu mereka berusaha sekuat tenaga, pikiran dan energinya untuk mengajak manusia kepada jalan-jalan yang bukan pilihan Allah. Dan itu sudah ada sejak sebelum Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Yakni para nabi terdahulu.

Lihat saja kaum Tsamud.

وَأَمَّا ثَـمُوْدُ فَهَدَيْـنَـاهُمْ فَاسْتَـحَبُّوْا العَمَى عَـلَى الْهُدَى فَـأَخَذَتْهُـمْ صَاعِقَـةُ الْعَذَابِ الْهُوْنِ بِمَـا كَانُوْا يَكْـسِبُوْنَ.

Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir adzab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Qs. Fushshilat 17.

Bisa dibayangkan, ketika para nabi itu memberi peringatan kepada kaumnya agar mereka kembali ke jalan yang benar, ternyata mereka justru melakukan istihza’.

إِذْ جَآءَتْـهُمْ رُسُلُ مِنْ بَّـيْنَ أَيْدِيْـهِمْ وَ مِنْ خَلْـفِهِـمْ أَلَّا تَعْـبُدُوْا إِلَّا اللهَ قَالُوْا لَوْ شَآءَ رَبُّـنَا لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً فِـأِنَّـا بِمَـآ أُرْسِلْـتُمْ بِهِ كَافِرُوْنَ.

Ketika rasul-rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka (dengan menyerukan): “Janganlah kamu menyembah selain Allah”. Mereka menjawab: “Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya. Qs. Fushshilat 14.

Na’udzubillah.

Begitu beraninya mereka melakukan istihza’ seperti itu. Karena apa? Ya para setannya sangat benci terhadap para rasul yang diutus. Akhirnya mereka berani melontar ucapan seperti itu.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button