Aqidah Tauhid Dan Kapan Terjadi Perpecahannya
Sudah diketahui bersama bahwa aqidah tauhid adalah (ajaran) dari agama yang hanif (lurus), agama fitrah yang sebagaimana Allah juga telah menciptakan manusia menurut fitrahnya.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala;
فَـأَقِـمْ وَجْـهَكَ لِـلَّـذِيْنَ حَـنِيْـفًـا فِـطْرَتَ اللهِ الَّـتِي فَطَـرَ الـنَّـاسَ عَـلَـيْهَـال لَا تَـبْدِيْـلَ لَـخَلْـقِ اللهِ، ذَلِكَ الـدِّيْنُ الْـقَـيِّـمُ وَ لَكِـنَّ أَكْـثَرَ الـنَّـاسِ لَا يَـعْـلَمُوْنَ.
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Qs. Ar Ruum 30.
Adam ‘alaihi salam telah difitrahkan oleh Allah Ta’ala di atas aqidah yang lurus. Beliau juga diajarkan tentang apa saja yang tidak Adam ketahui berkaitan dengan segala urusan agama dan kehidupan dunia.
Maka tidak heran bila Adam ‘alaihi salam dan Hawa telah bertauhid kepada Allah dengan tauhid yang benar lagi lurus. Sebab Adam ‘alaihi salam telah mengesakan Allah dan berbuat bagaimana agar Allah semakin mencintainya. Yakni melalui mengagungkan-Nya, mentaati-Nya, hanya takut kepada-Nya serta hanya beribadah kepada-Nya saja.
إِنَّ اللهَ اصْطَفَى آدَمَ وَ نُوْحًا وَ آلَ إِبْـرَهِـيْمَ وَ آلَ عِـمْـرَانَ عَـلَى الْـعَـالَمِـيْنَ.

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)”. Qs. Ali Imran 33.
Bahkan Allah Ta’ala pun memuliakan Adam dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya dalam hal bertauhidnya. Sehingga Allah Ta’ala memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam.
وَ إِذْ قُـلْنَا لِـلْمَـلَائِـكَـةِ اسْـجُدُوْا لِآدَمَ،
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kalian kepada Adam’, Qs. Al Baqarah 34.
Maka tidak benar apabila ada anggapan yang mengatakan bahwa apabila ada seseorang yang melakukan kesyirikan itu karena memang sudah dari ‘sono’nya. Sebab, bukankah bapaknya manusia saja sejak awal sudah dimuliakan Allah karena ketauhidannya yang benar?
Bahkan para malaikat juga diperintahkan Allah Ta’ala agar bersujud kepada manusia (Adam). Lalu kenapa ada manusia yang ingkar?
Nah di sinilah peran setan yang sangat dominan. Walau kehadiran setan sendiri juga sebenarnya sebagai bagian dari ujian bagi setiap manusia. Maka barangsiapa yang menolak ajakan setan berarti dia orang yang telah dan akan taat kepada Allah. Tetapi apabila ada manusia yang mengikuti ajakan setan maka sebenarnya Allah sudah mengutus para nabi dan rasul untuk mengingatkan manusia agar jangan sekali-kali mendekati setan.
Sebab apabila dia mau mendekati setan, maka yang tadinya dia diciptakan Allah sebagai sebaik-baik makhluk tetapi di kemudian hari dia akan dikembalikan ke tempat yang paling rendah (neraka).
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat serendah-rendahnya (neraka)”. Qs. At Tiin 4-5.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

