Aqidah Tauhid Dan Kapan Terjadi Perpecahannya Bag.2
Karena Adam ‘alaihi salam telah bertauhid dengan benar maka (selain Allah memerintahkan malaikat bersujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan) maka Allah pun akhirnya menjaga anak cucu Adam agar tetap bertauhid. Yakni Allah jaga hingga calon jabang bayi dari cucu Adam ini hendak ditiupkan ruhnya saat masih berada dalam kandungan ibunya.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala;
وَإِذْ أَخَـذَ رَبُّـكَ مِنْ بَنِـى آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِـمْ ذُرِيَّـتَهُـمْ وَأَشَـهَدَهُـمْ عَـلَى أَنْـفُسِـهِمْ أَلَسْـتُ بَرَبِّـكُـمْ قَالُوْا بَلَـى شَـهِدْنَا أَنْ تَـقُوْلُوْا يَوْمَ الْـقِـيَامَةِ إِنَّـا كُـنَّـا عَنْ هَذَا غَـافِـلِيْنَ. أَوْ تَـقُوْلُوْا إِنَّـمَـا أَشْـرَكَ آبَـاؤُنَـا مِنْ قَـبْـلُ وَكُـنَّـاذُرِّيَّـةً مِنْ بَـعْدِ هِـمْ، أَتُـهْلِـكُـنَـا بِمَـا فَـعَـلَ الْمُـبْـطِلُوْنَ.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adamdari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. Mereka menjawab, “Betul(Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-ESA-an Tuhan)”. Qs. Al A’raaf 172-173.
Oleh karena itu seluruh manusia yang Allah ciptakan (semuanya) dalam kondisi fitrah (bertauhid hanya kepada Allah saja). Lalu setelah lahir, barulah orang tuanya yang akan mewarnai si bayi yang baru lahir itu hingga dewasa kelak.

مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلَّا يْوْلَـدُ عَـلَىَ الْفِـطْرَةِ، فَـأَبَوَاْهُ يُهَـوِّدَانِـهِ أَوْيُـنَصِّـرَانِـهِ أَوْ يُـمَـجِّأسَـانِـهِ.
“Tidak ada yang dilahirkan kecuali di atas fitrah, lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim, hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.
Dalam hadits Qudsi Allah Ta’ala berfirman:
وَ إِنِّـى خَـلَقْـتُ عِبَـادِي حُـنَفَـاءَ كُـلَّـهُمْ وَإِنَّـهُمْ أَتَـتْهُـمُ الشَّـيَاطِـيْنُ فَاجْتَـالَـتْهُـمْ عَنْ دِيْـنِـهِمْ وَحَـرَّمَتْ عَـلَيْـهِمْ مَا أَحْـلَلْـتُ لَـهُمْ وَأَمَـرَتْـهُمْ أَنْ يُشْـرِكُوْا بِى مَا لَمْ أُنْـزِلْ بِهِ سُـلْطَانًـا.
“Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semua dalam keadaan lurus (di atas tauhid), dan telah datang kepada mereka setan-setan yang menyimpangkan mereka dari agama mereka. Mengharamkan apa yang Aku halalkan, menyuruh mereka untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang Aku sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu”. Hadits riwayat Muslim.
Kesimpulan:
Bahwa Allah Ta’ala pada dasarnya telah memberi hidayah kepada setiap anak Adam ketika mereka pertama kali ditiupkan ruh saat berada dalam kandungan ibundanya. Hanya saja ketika para anak Adam itu lahir ke dunia, maka kedua orang tuanya, atau lingkungannya atau orang yang mendidiknyalah yang akhirnya memepengaruhi dirinya. Apakah si anak Adam itu tetap eksis dengan tauhid sewaktu masih dalam kandungan dan bertambah baik lagi. Ataukah justru sebaliknya; tidak mengenal tauhid lagi hingga menjadi kafir.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

