Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.7b

Lalu saya memberanikan diri untuk meriwayatkan kepadanya sebuah hadits dari Yahya bin Said tentang “Innamal a’maalu bin niyaat (إِنَّـمَـا الْأَعْـمَـالُ بِـالنِّـيَّـاتِ)”.

Terlihat di tangannya telah memegang tongkat dan berkelakar. Katanya, “Wahai Abdurrahman! Apa pendapatmu bila membunuh penghuni rumah ini?”.

Saya jawab, “Muhammad bin Marwan menceritakan kepadaku, dari Mutharrif bin Shakhir, dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anhuma, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda:

لَا يَـحِـلُّ قَـتْـلُ الْمُسْـلِمُ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ: الثَّـيِّـبُ الزَّانِـي وَالنَّـفْسُ بَالنَّـفْسِ وَالتَّـارِكُ لِـدِيْـنِـهِ الْمُـفَـارِقُ لِلْـجَـمَـاعَـةِ.

“Tidak boleh membunuh seorang muslim kecuali dalam tiga kasus: tsayyib (orang yang sudah menikah) yang berzina, jiwa dengan jiwa (qishash) dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) serta memisahkan diri dari jamaah (kaum muslimin)”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu.

kerajaan islam

Lalu Abdullah bin Ali berkata, “Kabarkan kepadaku tentang khilafah. Apakah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mewasiatkan (kekhilafahan) kepada kita?’.

Saya jawab, “Sekiranya itu wasiat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, tentu Ali (bin Abi Thalib) radliyallahu ‘anhu tidak akan memberikannya kepada siapapun”. 

Lalu Abdullah bin Ali bertanya lagi, “Apa menurutmu mengenai harta kekayaan milik Bani Umayyah?”.

Saya jawab, “Seandainya hartanya (mereka) halal, maka hal itu haram bagimu. Da jika hartanya haram, maka hal itu jauh lebih haram bagimu”.

Kemudian dia menyuruhku keluar, maka aku pun keluar.

Imam Adz Dzahabi berkata, ‘Sebenarnya Abdullah bin Ali adalah seorang raja yang diktator (malikun Jabbar), suka menumpahkan darah dan kasar perangainya. Maka dengan ini imam Al Auza’i berani telah menyampaikan Al Haq meskipun berakibat pahit bagi dirinya, sebagaimana yang telah terlihat. Tidak seperti para ulama suu’ (ulama penjilat) yang sukanya selalu mengatakan yang baik-baik saja terhadap segala perilaku penguasa , meskipun yang dilakukan penguasaitu sebuah kedhaliman dan kesewenang-wenangan. Mereka membalikkan sesuatu yang batil itu dijadikannya sebagai sebuah Al Haq –Allah pasti akan membinasakan mereka- atau justru diam ketika terjadi kelaliman padahal sebenarnya dia mampu untuk melakukannya (mencegahnya)’. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 7/124-125.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button