Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.3

Dari Al Auza’i, saya mendapat kabar dari Abu Katsir, dari ayahnya, dia berkata, ‘Saya pernah mendatangi Abu Dzar (Al Ghifari) radliyallahu ‘anhu, saat itu beliau sedang duduk-duduk di tempat Jumratul Wustha (salah satu para haji melakukan ibadah jumrah). Dan saat itu sudah banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkan fatwa-fatwanya. Kemudian tahu-tahu ada seorang laki-laki yang mendatanginya, lalu berhenti dihadapannya’. 

Kemudian laki-laki itu berkata, “Bukankah amirul mukmin telah melarang engkau untuk berfatwa?”.

Maka Abu Dzar Al Ghifari segera menengadahkan kepalanya seraya berkata, “Apakah kamu mengawasiku terus menerus?”.

Abu Dzar Al Ghifari melanjutkan, “Seandainya kalian semua meletakkan pedang yang tajam di sini –seraya menunjukkan tengkuk lehernya- dan aku yakin bahwa aku melaksanakan kalimat yang aku dengar langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sekalipun kalian tidak membolehkanku, sungguh aku tetap akan melaksanakannya”. Diriwayatkan Ad  Darami no. 544, dan terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 2/64.

Subhaanallah. Inilah potret seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Beliau siap seandainya lehernya ‘digorok’ karena dilarang melakukan memberikan ilmu dan melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar. 

menyembunyikan ilmu

Sebab bagi Abu Dzar Al Ghifari radliyallahu ‘anhu, menyampaikan ayat Allah meskipun satu ayat saja, itu adalah perintah. Begitu juga menyampaikan hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam.

Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

بَـلِّـغُوْا عَـنِّى وَلَوْ آيَـةٌ.

“Sampaikanlah (yang datang) dariku, meskipun satu ayat”. Diriwayatkan Bukhari.

Belum lagi ada beberapa hadits tentang ancaman bagi orang-orang yang menyembunyikan ilmu (Islam)nya maka dia akan diancam di neraka. Di antaranya adalah:

1. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dia berkata, ‘Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مَنْ سُـئِلَ عَنْ عِـلْـمٍ فَـكَـتَـمَهُ أُلْـجِـمَ يَـوْمَ الْقِيَـامَةِ بِـلِـجَـامٍ مِنْ نَـارٍ.

“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dia menyembunyikannya, maka pada hari Kiamat dia akan diikat dengan tali kekang dari api neraka”.

2. Dalam riwayat milik Ibnu Majah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Tidaklah seseorang yang menghafal suatu ilmu lalu dia menyembunyikannya kecuali pada hari Kiamat dia akan digiring dalam keadaan terkekang dengan tali kekang dari api neraka”.

3. Dari Abdullah bin Amr radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa menyembunyikan suatu ilmu, maka Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka pada hari Kiamat”.

4. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Perumpamaan orang yang belajar ilmu, kemudian tidak menyampaikannya adalah seperti orang yang menyimpan kekayaan kemudian dia tidak berinfak (berzakat) darinya”.

Jadi setidaknya alasan inilah Abu Dzar Al Ghifari menyampaikan ilmu.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button