Akhlak Yang Jujur Bag.4

Contoh-contoh sifat jujur.

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abdullah bin Al Hamsa, dia berkata, “Sebelum beliau diutus menjadi seorang rasul, saya telah berjanji kepada Rasulullah untuk keperluan jual beli. Lantas aku berjanji untuk menemuinya di suatu tempat, namun aku terlupa hingga tiga hari aku baru mengingatnya. Aku kemudian mendatangi tempat itu dan aku mendapati beliau ada di tempat tersebut. Beliau berkata, ‘Wahai pemuda, engkau membuat diriku gelisah. Di tempat ini aku menunggumu selama tiga hari’.

Kejadian serupa ini juga pernah terjadi pada kakek nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, yaitu nabi Ismail bin Ibrahim ‘alaihi salam. Allah Ta’ala menyanjungnya dalam firman-Nya:

وَاذْكُـرْ فِى الْكَـتَـابِ إِسْـمَـاعِـيْلَ، إِنَّـهُ كَـانَ صَادِقَ الْوَعْـدِ وَكَـانَ رَسُـوْلًا نَّـبِـيًّـا.

Dan ceritakanlah (wahai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Qs. Maryam 54.

jual beli yang jujur

Suatu hari Al Hajjaj bin Yusuf berpidato dengan pidato yang panjang. Salah seorang yang hadir berkata kepadanya, “Shalatlah dahulu, karena waktu shalat tidak mengganggumu dan Allah tidak memberi izin kepadamu untuk berbuat demikian”.

Merasa pidatonya dihentikan, maka Al Hajjaj bin Yusuf tersinggung lantas memerintahkan untuk menangkap orang yang mengingatkan tentang shalat tadi dan memenjarakannya. 

Lalu datanglah sekumpulan penduduk dari kampungnya dan menyatakan bahwa lelaki tersebut adalah gila. 

Kemudian Al Hajjaj bin Yusuf berkata, “Jika aku mengakui bahwa dia gila berarti aku telah merestui untuk membebaskannya”.

Tiba-tiba lelaki tersebut berkata, “Tidak layak bagiku untuk mengingkari rahmat Allah yang diberikan kepadaku dan tidak layak aku menyatakan bahwa diriku gila, padahal Allah telah menjauhkan aku dari kegilaan”.

Tatkala Al Hajjaj bin Yusuf mengetahui kejujurannya, diapun membebaskannya dari hukuman.

Padahal sejarah telah mengatakan bahwa Al Hajjaj bin Yusuf adalah seorang penguasa lalim, tetapi karena melihat kejujurannya, ternyata Allah melunakkan hatinya.

Pada kisah lain, dikisahkan oleh imam Bukhari bahwa beliau pergi ke suatu tempat untuk memperoleh satu hadits dari seorang laki-laki yang mendapati kudanya telah pergi meninggalkannya. Nah, supaya kudanya datang mendekat, laki-laki itu melambai-lambaikan kain yang seolah-olah ada gandum di dalamnya. Lalu Imam Bukhari bertanya kepadanya, “Apakah engkau mempunyai gandum?”.

Lak-laki itu menjawab, “Tidak, tetapi aku berbuat seolah-olah ada gandum untuk memanggil kudaku”.

Imam Bukhari berkata, “Aku tidak mengambil sebuah hadits dari orang yang berdusta kepada binatang”.

Ini adalah sebuah contoh kejujuran yang sangat mulia yang dicontohkan oleh imam Bukhari.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button