Sangat takut kepada Allah.
Sebagaimana yang pernah diceritakan bahwa Hasan Basri pernah ditanya tentang maksud dari kalimat “Atsaris sujud” dalam surat Al Fath 29; مِنْ أَثَـرِ السُـجُوْدِ (tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud).
Lalu Hasan Basri menjawab bahwa yang dimaksud adalah segala sesuatunya sebelum bertindak, para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu selalu saja bermunajat dan melakukan istikharah terlebih dahulu. Agar ketika mereka melakukan suatu amalan itu ada dalil dan mendatangkan ridha Allah Ta’ala.
Jadi ketika mereka mengetahui bahwa ternyata amalnya akan diterima Allah dan diridhai maka mereka dengan semangat akan segera melaksanakan amalan tersebut. Sebaliknya, bila secara dalil kemungkinan besar akan ditolak maka mereka langsung meninggalkannya. Sebab mereka sangat takut akan adzab Allah jika mereka memaksakannya dalam beramal.
Sungguh mereka benar-benar takut akan adzab Allah Ta’ala.
وَلِـمَنْ خَافَ مَـقَـامَ رَبِّـهِ جَـنَّـتَـانِ.
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Qs. Ar Rahman 46.

Inilah karakter para salafush shalih. Mereka sadar bahwa ketika mereka salah langkah dalam beramal maka taruhannya neraka!
Oleh karena itu mereka sama sekali tidak mau beramal hanya karena melihat kebanyakan orang telah mengamalkannya. Tetapi mereka benar-benar meneliti, apakah amalan tersebut ada nashnya atau tidak? Sebab, bukankah nabi Adam dahulu diusir dari surga juga disebabkan tergelincir karena ‘provokasi’nya setan? Sedangkan setan selalu saja senjata mengatakan bahwa kebanyakan manusia telah mengamalkannya dan kenyataannya adem-adem saja. Nah!
Oleh karena itu para salafush shalih tidak pernah mau hanya melihat dari ‘berdasarkan’ kebanyakan orang. Melainkan karena memang hal itu benar-benar disyariatkan.
Begituah takutnya mereka kepada Allah.
إِنَّـمَـا ذَلِـكُـمُ الشَّيْـطَانُ يُـخَـوِّفُ أَوْلِـيَـآءَهُ فَلَا تَـخَـافُوْهُـمْ وَخَـافُـوْنِ إِنْـكُـنْـتُـم مُؤْمِـنِيْـنَ.
Sesngguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Qs. Ali Imran 175.
insyaAllah berlanjut ,,,
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
