Akhlak Para Salaf Bag.57

Faham terhadap setiap muamalah.

Inilah para salafush shalih. Yaitu mereka sangat faham betul tentang muamalah. Bahkan merka tidak akan pernah mau ke pasar kecuali mereka sudah tahu tentang muamalah yang benar dan tahu tentang hukum halal dan haram.  

Lho, kok bisa? 

Iya, agar segala sesuatu yang nanti dimakannya pun bisa menyehatkan badan dan ruhaninya.  

Salah satu contoh yang paling krusial dan sering dilakukan oleh kebanyakan manusia dewasa ini adalah riba dalam bermuamalah.  

Di mana ribanya? 

paham terhadap setiap muamalah

Mayoritas manusia paling senang apabila dia membeli sesuatu (terutama masalah timangan) dia akan meminta lebih atau discont, tetapi saat dirinya sendiri yang menimbang maka dia cenderung untuk mengurangi timbangan.  

Atau ketika seseorang sedang memperdagangkan dagangannya lalu dia tahu bahwa barang dagangannya itu memiliki cacat. Kemudian dia menyembunyikan cacatnya. Tujuannya agar dagangannya tetap terjual dengan harga tinggi.  

Atau ketika ada seorang pedagang membeli barang dagangannya ditawar oleh calon pembeli, kemudian sang pedagang ingin mendapatkan laba yang lebih maka dia berdusta. Nah dustanya ini adalah masuk pada bagian riba. 

Lihatlah bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam berdagang. Yaitu beliau menggunakan dua metode: 

Pertama: dengan cara menunjukkan notanya. 

Jadi saat beliau menunjukkan notanya kepada calon pembeli, beliau bertanya, “Anda mau memberi keuntungan berapa kepada saya?”. 

Dari sini setidaknya beliau benar-benar jujur. Meskipun mungkin ada para calon pembeli yang mau memberikan keuntungannya berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Nemun begitu, mereka (para pelanggan) benar-benar puas dengan cara seperti ini. Bukankah prinsip jual beli adalah saling ridha? Sehingga menimbulkan keikhlasan dan keberkahan? 

Kedua: beliau menunjukkan kekurangan dan kelebihan barang dagangannya. 

Untuk yang kedua ini, beliau tidak menunjukkan nota pembeliannya tetapi beliau menatok harga yang masuk akal dan manusiawi sambil menunjukkan kekurangan dan kelebihan barang dagangannya. 

Seandainya calon pembeli menawarnya di bawah yang dipatok beliau tetapi ternyata angka yang ditawar calon pembeli itu sudah di atas nota pembeliannya, maka beliau tetap belum memberikannya namun tidak mengatakan bahwa modalnya belum sampai. 

Sebab bila mengatakan bahwa modalnya belum sampai padahal sebenarnya sudah melebihi modalnya, maka sistem ini riba. 

Nah dari situlah salah satu yang menarik hatinya Khadijah binti Khuwailid radliyallahu ‘anha terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Nah belum lagi muamalah mualamah yang lain. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button