Akhlak Para Salaf Bag.42

Sibuk dengan aib dirinya sendiri dibandingkan mengurusi aib orang lain.

Dalam pepatah Indonesia disebutkan, “Semut di depan pelupuk mata tidak kelihatan, semut di seberang lautan jelas kelihatan”. 

Nampak pepatah ini sangat baik sekali untuk kehidupan dalam bermasyarakat. Yaitu sebuah sindiran bagi orang-orang yang suka mencari-cari titik lemah orang lain padahal dirinya justru memiliki kelemahan atau kekurangan yang bisa jadi jauh lebih banyak. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

أَلَا أُخْبِـرُكُـمْ بِـشِرَارِكُـمْ؟ الْمَشَّـاءُوْنَ بِالنِّـميْـمَةِ، الْمُفْسِدُوْنَ بَيْنَ الْأَحِبَّـةِ، الْبَاغُوْنَ لِلْبَـرَاءِ الْعَنْتَ.  

“Maukah kalian aku beritahukan tentang orang-orang yang paling buruk di antara kalian? Yaitu orang-orang yang kerjanya mengadu domba (menghasut), yang gemar mencerai beraikan orang-orang yang saling mengasihi/bersahabat, dan yang suka mencari kekurangan pada manusia yang tidak berdosa”. Riwayat Bukhari.  

Sekilas memang hanya sekedar omongan, tetapi sebenarnya yang dibicarakan adalah kelemahan/kekurangan orang lain. Dan tentunya bila kemudian orang yang sedang bicarakan itu ada, pasti akan marah. Nah dari sinilah akhirnya timbul perselisihan, yan gapabila tidak segera diselesaikan pasti akan terjadi perpecahan. 

haruskah membuka aib sendiri

Pada hadits lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِـمًا سَتَـرَهُ اللهُ فِى الدُّنْـيَا وَالْآخِرَةِ. 

“Barangsiapa yang menutupi aurat seorang muslim, maka Allah akan menutupi auratnya di dunia dan akhirat”. Penggalan hadits yang diriwayatkan Muslim 17/21-22 dan Abu Daud 13/229-230. 

Dalam menanggapi hadits di atas, sebagian ujlama mengatakan, “Ketika ada di antara kalian melihat aib saudara kalian lalu kalilan senang hingga membuat saudara kalian yang ketahuan aibnya itu murka. Di manakah akal kalian?” 

Diriwayatkan bahwa Isa bin Maryam ‘alaihi salam berkata, “Janganlah kalian melihat aib manusia itu yang seakan kalian bertindak sebagai Tuhan. Tetapi lihatlah aib kalian sendiri dan bertindaklah kalian sebagai seorang budak. Karena sesungguhnya manusia itu selalu terbagi menjadi dua; diuji dan mendapatkan ampunan. Maka kasihanilah orang-orang yang mendapatkan ujian dan bersyukurlah kepada Allah atas ampunan(Nya)”. 

Inilah salah satu contoh dari seorang khalifah, Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu. Beliau berkata, “Semoga Allah memberi rahmat kepada orang-orang yang telah menunjukkan aib-aibku kepadaku (bukan disebar, pen)”.   

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button