Akhlak Para Salaf Bag.40

Tidak waswas dalam wudhu’ dan shalat.

Sering terlihat di banyak tempat, banyak kaum muslimin yang ketika melakukan wudhu’ dan takbiratul ihram itu selalu diulang-ulang. Sehingga orang tersebut terlambat ketika shalat atau ketika takbiratul ihram. Tetapi anehnya orang seperti bisa ‘mengejar’ imam shalat.  

Hal itu disebabkan setan telah memunculkan rasa was-was ke dalam diri seseorang; apakah wudhu’nya sudah sempurna? Apakah takbiratul ihramnya sudah seiring dan seirama antara hati dan lisannya? 

Sekilas sungguh aneh. Di satu sisi mereka berlama-lama ketika hendak wudhu’, sebab wudhu’nya selalu diulang-ulang. Dalam hatinya seperti belum sreg ketika berwudhu’ sehingga harus diulangi. Begitu juga dengan shalatnya; saat hendak takbiratul ihram –katanya- harus menselaraskan antara bacaan hati dengan bacaan lisannya. Bila belum selaras maka dianggapnya bisa batal. Makanya orang seperti selalu kembali mengulang-ulang takbiratul ihramnya.  

berwudhu

Ketuahilah bahwa orang-orang seperti sebenarnya hatinya sedang dihinggap setan dan setan selalu membisikkan keragu-raguan dalam ibadah (terutama saat wudhu’ dan saat takbiratul ihram).  

Itulah ‘tugas’ setan menggoda manusia. Ya, setan selalu menghembus-hembuskan rasa was-was ke dalam hati manusia. Sehingga sang manusia merasa was-was ketika hendak melakukan ibadah, terutama wudhu’ dan shalat.  

مِن شَرِّ الْوَسْوَسِ الْخَنَّـاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ. 

Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Qs. An Naas 4-5. 

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ. الَّذِيْنَ هُمْ فِى صَلَاتِـهِمْ خَشِعُوْنَ. 

Sesungghunya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Qs. Al Mukminun 1-2.  

Sungguh para salafush shalih faham betul tentang setan yang selalu membisikkan keragu-raguan dalam beribadah. Makanya mereka selalu yakin dalam ibadahnya, terutama untuk masalah wudhu’ dan takbiratul ihramnya.  

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah menyuruh salah seorang sahabat untuk mengulangi shalatnya hingga beberapa kali? Padahal saat itu, sesusai shalat belilau memanggil sahabat yang usai shalat itu lalu mengtakan bahwa agar sahabat tersebut diperintahkan kembali karena katanya masih belum shalat. 

Setelah beberapa kali shalat baru memanggilnya dan mengatakan bahwa yang namanya shalat khusyu’ itu bukan cepatnya tetapi tuma’ninah dan ‘pas’nya bacaan shalat ketika dalam shalat, jadi bukan karena cepatnya. Apalagi bisa mengejar ketertinggalannya saat shalat.  

Hal itu tiada lain agar sahabat tadi tidak terbawa oleh bisikannya setan. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button