Akhlak Para Salaf Bag.33B

B. Mereka merasa belum bersyukur apabila melihat limpahan nikmat yang mereka dapatkan.

Sering terdengar pembicaraan orang Jawa yang tertimpa musibah berkata kepada temannya, “Alhamdulillah yang kena cuma kukunya”.  

Atau ketika kakinya patah karena kecelakaan, dia berkata, “Alhamdulillah, hanya kaki yang patah”. Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan yang senada dengan itu. 

Sesungguhnya ucapan-ucapan seperti di atas itu adalah bagian dari rasa syukurnya seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Sebab hanya diberi musibah ‘kecil’ saja, tidak banyak! 

Allah Ta’ala berfirman: 

إِنَّ الْإِنْـسَانَ لِرَبِّـهِ لَكَـنُوْدٌ. 

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Qs. Al ‘Aadiyaat 6. 

merasa belum bersyukur

Hasan Basri menanggapi ayat di atas, katanya, “Yaitu setelah mendapatkan berbagai musibah disebabkan (manusia itu) lupa terhadap nikmat (Allah)”. 

Maka tidak heran bila Sufyan Ats Tsauri ketika melewati salah seorang polisi, dia bersujud kepada Allah dan berkata, “Alhamdulillah (segala puji hanya milik Allah) yang tidak menjadikanku seorang polisi atau pedagang”. 

Kemudian Sufyan Ats Tsauri berkata kepada para sahabatnya, “Salah seorang di antara kalian yang tertimpa musibah akan diberi pahala atas musibahnya yang telah lewat, jika kalian mau memohon kepada Tuhan kalian untuk kesejahteraan, adapun mereka yang tertimpa musibah akan berdosa, karena musibah mereka yang telah lewat (dan sudah terjadi), dan mereka tidak memohon untuk kesejahteraan”. 

Artinya bahwa ketika mendapat musibah maka seharusnya seorang muslim tetap saja meminta kesejahteraan dan ampunan dari Allah Ta’ala, bukan diam saja atau bahkan mengumpat. 

‘Aun bin Abdirrahman rahimahullah menanggapi firman Allah Ta’ala: 

يَـعْـرِفُوْنَ نِـعْمِـتَ اللهِ ثُـمَّ يُـنْكِـرُوْنَـهَـا. 

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya. Qs. An Nahl 83. 

Kata ‘Aun bin Abdirrahman, “Yakni mereka melihat/mengetahui nikmat-nikmat itu itu datangnya dari Allah, tetapi mereka berterima kasihnya kepada makhluk-Nya. mereka sangat lalai terhadap Allah. Mereka mengatakan bahwa kalau bukan dari si fulan maka mereka tidak nikmat itu tidak akan pernah sampai ke diri mereka”. 

Na’udzubillah. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button