A. Mereka merasa belum bersyukur apabila melihat limpahan nikmat yang mereka dapatkan.
Inilah tipu daya setan yang perlu diwaspadai;
3. Berbalut penalaran.
Tipu daya yang paling dahsyat dari dahulu sampai saat ini adalah; tipu daya yang berbalut pada penalaran. Dengan penalaran yang liar tanpa didasari oleh nalar syariat akhirnya manusia bisa tertipu dan terjerumus ke dalam lembah kemungkaran. Setidaknya Adam dan Hawa telah mengalaminya.
فَوَسْوَسَ إِلِيْـهِ الشَّيْـطَانُ قَالَ يَـآ أَدَمُ هَلْ أَدُلُّـكَ عَـلَى شَجَـرَةِ الْخُلْـدِ وَمُلْـكٍ لَّا يَـبْلَى.
Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata, “Wahai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa”? Qs. Thaahaa 120.
Padahal sebelumnya Allah Ta’ala telah menyuruh tinggal di surga dan melarang Adam dan istrinya (Hawa) agar tidak mendekati pohon tersebut.
Dan Kami berfirman, “Wahai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak di mana saja yang kalian berdua sukai, dan janganlah kalian berdua mendekati pohon ini, yang menyebabkan kalian termasuk orang-orang yang dhalim”. Qs. Al Baqarah 35.
Bayangkan, sejak awal Allah telah mempersilahkan memakan makanan apa saja yang ada di surga itu. Tetapi kemudian setan tahu bahwa Adam hanya dilarang mendekati satu pohon itu saja.

Akhirnya setan berfikir bagaimana agar Adam dan istrinya terjerumus dan terpedaya lalu melanggar terhadap apa yang dilarang Allah Ta’ala.
Walhasil, setan membuat ‘prolog’ bahwa pohon itu bernama pohon khuldi, yang dalam bahasa bermakna abadi. Artinya bahwa apabila mau memakan buah dari pohon khuldi maka Adam dan istri akan abadi menjadi penghuni surga.
Itulah penalaran yang dihembuskan setan kepada Adam dan istrinya yang membuat keduanya akhirnya melanggar larangan Allah dengan cara memakan buah dari pohon khuldi tersebut.
فَـأَزَلَّـهُـمَـا الشَّيْطَانُ عَنْهَـا فَـأَخْرَجَهُـمَا مِـمَّا كَانَ فِيْـهِ.
Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula. Qs. Al Baqarah 36.
Dan karena melanggar itulah akhirnya Adam dan Hawa diusir dari surga.
Oleh karena para salafush shalih jauh lebih menguatkan dan lebih percaya kepada wahyu dan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Meskipun wahyu dan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu terkadang jika dipikir pakai logika tidak masuk di akal. Tetapi mereka benar-benar meyakininya daripada informasi dari yang lain yang seakan masuk di akal alias sesuai dengan nalar manusia. Kenapa begitu?
Sebab nalar manusia itu terbatas kemampuannya. Setidaknya sebagaimana yang Allah kisahkan dalam surat Al Kahfi, bagaimana nabi Musa yang dikejutkan oleh perilaku nabi Khidzir ‘alaihima salam.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
