Sering menanyakan kondisi saudaranya.
Ini adalah suatu sikap yang kemudian menjadi karakter dan kebiasaan yang dilakukan oleh para pendahulunya dari para salafush shalih. Yakni mereka menanyakan kondisi saudaranya seiman. Terutama sikapnya orang-orang Anshar terhadap Muhajirin.
Sebab kaum Anshar merasa bahwa pengorbanan kaum Muhajirin jauh lebih mulia daripada mereka. Betapa tidak?
Orang-orang Muhajirin telah rela meninggalkan anak, istri, harta benda dan bahkan negerinya demi menjaga agamanya.
Makas tidak heran bila kaum Anshar selalu memperhatikan kondisi kaum Muhajirin. Mereka tidak ingin sampai kesusahannya kaum Muhajirin tidak diketahui oleh mereka. Namun sebaliknya, kaum Anshar justru selalu menyembunyikan kesusahannya dihadapan kaum Muhajirin.
وَالَّذِيْـنَ تَـبَوَّءُو الدَّارَ وَالْإِيْـمَـانَ مِن قَبْـلِهِـمْ يُـحِبُّوْنَ مَنْ هَـاجَرَ إِلَيْـهِـمْ وَلَا يَجِـدُوْنَ فِى صُدُوْرِهِـمْ حَاجَـةً مِّـمَّـا أُوْتُوْا وَيُـؤْثِـرُوْنَ عَـلَى أَنْـفُـسِهِـمْ وَلَوْ كَانَ بِـهِـمْ خَصَصَـةٌ، وَمَن يُـوْقَ شُـحَّ نَـفْسِـهِ فَـأُوْلَـئِكَ هُـمُ الْمُـفْلِـحُوْنَ.
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Qs. Al Hasyr 9.

Meski begitu kaum Muhajirin juga tidak jauh berbeda. Mereka selalu melakukan itsar (menahan diri dari rasa ‘keinginan’) terhadap kaum Anshar. Setidaknya terlihat dari sikap sahabat Abdurrahman bin Auf radliyallahu ‘anhu. Yakni beliau tidak ingin mendapatkan ‘jatah’ dari saudaranya seiman setiap harinya melainkan beliau hanya minta agar ditunjukkan di mana letak pasarnya.
Sehingga ketika beliau sudah tahu di mana letak pasarnya, beliau pun langsung bisa mandiri dari segi ekonominya. Bahkan beliau menjadi penopang ekonomi umat dan Islam.
Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa ketika malam hari kota Madinah sempat terdengar semacam ribut-ribut karena ada kegiatan malam hari. Setelah dilihat ternyata kafilah dagang Abdurrahman bin Auf radliyallahu ‘anhu baru saja datang dari berdagangnya. Lalu ‘Aisyah radliyallahu ‘anhuma mengutus seseorang agar menyampaikan pesan kepada Abdurrahman bin Auf bahwa kelak Abdurrahman bin Auf akan masuk surga dengan cara merangkak.
Begitu mendengar pesan itu Abdurrahman bin Auf radliyallahu ‘anhu langsung menangis dan menyerahkan semua hasil dagangannya untuk kepentingan kaum muslimin.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
