Ketakutan mereka yang besar terhadap gangguan keburukan terhadap ilmu dan amal mereka.
Suatu saat Sufyan bin Uyainah rahimahullah didatangi orang-orang, kemudian meminta Sufyan bin Uyainah duduk bersama mereka lalu menyampaikan hadits. Namun Sufyan bin Uyainah menolak perminta mereka seraya berkata, “Aku tidak layak berbicara dan kalian tidak layak untuk mendengarkan. Keadaanku dan kalian bagaikan pepatah penyair; ‘Mereka dipermalukan lalu mereka berdamai’.
Ini bukan berarti bahwa Sufyan bin Uyainah menolak memberikan ilmu kepada orang-orang yang datang, melainkan karena Sufyan bin Uyainah merasa belum cukup dalam mengamalkan ilmunya. Selain itu beliau juga tidak menginginkan orang-orang yang datang itu hanya sekedar mencari ilmu seja tetapi belum pernah mengamalkan ilmunya.
Itu artinya bahwa beliau inginnya mengamlkan ilmunya terlebih dahulu baru kemudian beliau memberikan ilmunya kepada orang lain.
Bukankah dahulu para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang dari pelosok juga seperti itu? Yakni mereka mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam agar mengajarkan beberapa ayat kepada mereka. Tetapi ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membacakan beberapa ayat, kemudian mereka menyetopnya dengan mengatakan bahwa beberapa ayat yang baru saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bacakan itu belum mereka amalkan.

Jadi para sahabat itu maunya ya menerima beberapa ayat saja dulu, tidak banyak-banyak, lalu mereka mengamalkannya. Beru kemudian menambah lagi ayat berikutnya.
Hasan Al Basri berkata, “Janganlah kamu menjadi salah seorang dari mereka yang mengumpulkan ilmu dari para ulama dan melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh”.
Terlebih lagi, berikut ini perkataan yang seharusnya menjadi pegangan dari para pengikut salafush shalih. Kata Fudhail bin Iyadh, “Suatu kaum tidak akan binasa kecuali karena para ulamanya yang jahat”.
Maka berhati-hatinya terhadap ulama yang jahat, sebagaimana yang disebutkan Fudhail bin Iyadh di atas.
قُـلْ آمِنُوْا بِـهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوْا، إِنَّ الَّذِيْـنَ أُوْتُـوا الْعِـلْـمَ مِن قِـبْلِـهِ إِذَا يُـتْـلَى عَـلَيْـهِـمْ يَـخِرُّوْنَ لِلْأذْقَانِ سُـجَّدًا.
Katakanlah, “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka sambil bersujud. Qs. Al Israa’ 107.
وَإَذَا تُـتْـلًى عَـلَيْهِـمْ آيَـاتُ الرَّمَنِ خَرُّوْا سُـجَّدًا وَبُـكِـيًّـا.
Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Qs. Maryam 58.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
