Takut karena kelalaiannya.
Sering didengar di kalangan masyarakat (terutama para motivator) bahwa bila ingin sukses maka harus kerja keras tanpa lelah. Bahkan mengatakan bahwa ketika waktu mudanya dihabiskan untuk kerja maka kelak di hari tua dia akan memetik hasilnya.
Sungguh ungkapan di atas tidak selalu salah, tetapi sangat disayangkan. Sebab motivasi yang didengung-dengungkan hanya urusan dunianya saja. Sehingga lalai akan kehidupan akhirat. Padahal kehidupan akhirat adalah kehidupan abadi. Lalu bagaimana bila seseorang hanya mengejar dunianya saja tetapi lupa akhiratnya? Basihan bukan?
Lihatlah bagaimana para pelaku koruptor. Bukankah mereka hanya berfikir dunianya saja? Mereka mengeruk kekayaan negara demi kepentingan dan memupuk pundi-pundinya demi nafsunya mendapatkan dunia. Para pencuri dan perampok yang mencuri dan merampok demi memenuhi keinginan nafsu dunianya.
Sungguh sangat jarang atau bahkan hampir tidak ada dari mereka yang menginfakkan harta hasil curian/rampokan/korupsinya untuk akhirat. Untuk pembangunan masjid, misalnya. Sungguh tidak mungkin sama sekali. Andaipun ada maka mereka mengeluarkannya hanya diniatkan agar dirinya dianggap sebagai orang dermawan, atau untuk ‘berbagi’ kepada orang lain agar kelak akan mendapatkan dosanya.

Oleh karena itu Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya:
يَـآ أَيُّـهَـاالَّذِيْـنَ آمَنُوْا اتَّـقُـوْا اللهَ وَلْـتَـنْظُـرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ، وَاتَّـقُوْا اللهَ، إِنَّ اللهَ خَبِيْـرُ بِّـمَـا تَعْـمَـلُوْنَ.
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs. Al Hasyr 18.
Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu berkata, “Hisablah diri kalian sendiri kalian dihisab (oleh malaikat). Dan timbanglah amal-amal kalian sebelum ditimbang. Karena sesungguhnya akan lebih mudah bagi kalian dalam perhitungan esok hari jika kalian menghakimi diri kalian sendiri pada saat ini dan berhiaslah untuk pertanggung jawaban yang lebih besar”.
Ayat di bawah ini juga mestinya dijadikan sebagai lecutan agar diri ini mau dan secara terus menerus berfikir akan akhirat.
يَوْمَئِـذٍ تُـعْرَضُوْنَ لَا تَـخْفَـى مِنـكُـمْ خَافِيَـةٌ.
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Qs. Al Haaqqah 18.
Ya, se-njlimet apapun sesuatu yang disembunyikan yang hari ini tidak bisa ditembus oleh alat canggih buatan manusia, maka kelak di akhirat pasti akan terbongkar semuanya. Maka renungkanlah!
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
