Akhlak Para Salaf Bag.23

Sedikit tertawa dan banyak menangis.

Sebenarnya dzikir itu suatu amalan yang sangat ringan bila diamalkan tetapi kenyataannya sangat sulit untuk diamalkan kecuali orang-orang yang selalu membiasakan diri untuk itu. Padahal para salafush shalih lisannya sama sekali tidak pernah berhenti dari berdzikir kepada Allah dan bershalawat kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. 

اتْـلُ مَا أُوْحِـيَ إِلَيْـكَ مِنَ الْكَتَـابِ وَأَقِـمِ الصَّلَاةَ، إِنَّ الصَّلاَةَ تَـنْهَـى عَنِ الْفَـخْـشَآءِ وَالْمُـنْكَـرِ وَلَذِكْـرُ اللهِ أَكْـبَرُ، وَاللهُ يَـعْـلَـمُ مَا تَـصْنَـعُوْنَ. 

Bacalah apa yang telah diwayhukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya dhalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs. Al ‘Ankabuut 45. 

الَّذِيْـنَ آمَنُوْا وَتَـطْمَـئِنُّ قُـلُوْبُـهُـمْ بِذِكْرِ اللهِ، أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَـطْمَـئِنُّ الْقُـلُوْبُ. 

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Qs. Ar Ra’du 28. 

Sedikit tertawa dan banyak menangis

Hasan Basri rahimahhullah berkata, “Allah Ta’ala telah memberi kemudahan kepada kita dalam setiap urusan kita dengan firman-Nya ( فَاذْكُرُوْنِـى أَذْكُرْكُـمْ Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku mengingat kalian) –Qs. Al Baqarah 152-. Yakni Allah tidak menentukan satu tempat di atas tempat yang lain. Seandainya Allah Ta’ala telah menentukan tempat untuk mengingat-Nya, niscaya kita wajib berikhtiar untuk mencapainya. Meskipun perjalanannya seratus tahun. Sebagaimana yang telah Dia lakukan ketika mengajak manusia ke Ka’bah. Maka segala puji hanya bagi-Nya”. 

Ini menunjukkan bahwa berdzikir itu tidak harus saat berada di tempat-tempat tertentu melainkan di mana saja, kecuali yang sudah ditentukan. Seperti di WC, misalkan. Sebab di sana manusia pada umum sedang membuang hajatnya. Tetapi bila seorang tukang bangunan yang sedang membangun WC dan WC itu belum digunakan maka hal itu tidak mengapa. Misal, ketika si tukang bangunan itu sedang memasang keramik di WC yang belum jadi (masih baru). 

Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Jika kalian menyebut nama suatu makhluk Manusia, misalkan, pen) dalam majlis-majlis kalian, maka sebutlah Allah Ta’ala. Karena menyebut nama-Nya adalah obat bagi penyakit pada makhluk (manusia tersebut, pen) yang disebutnya”. 

Allahu Akbar. Inilah adab yang diajarkan para salafush shalih. Yakni ketika dalam majlis dan di majlis itu menyebut nama manusia atau makhluk lainnya maka dianjurkan untuk selalu melakukan dzikir dan harus selalu menyebut nama-nama Allah Ta’ala. Sebab dalam dzikir itu ada obat bagi orang-orang yang disebut namanya. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button