Akhlak Para Salaf Bag.22

Lebih mengutamakan amal akhirat ketimbang dunia.

Inilah salah satu perbedaan antara salafush shalih dengan generasi selainnya. Yakni mereka lebih mementingkan shalat tahajudnya daripada menonton bola di malam hari, meskipun pemainnya berkelas dunia. Mereka bekerja di dekat rumahnya dengan alasan ingin tetap konsentrasi pada berbakti kepada ibunya daripada harus menerima pekerjaan di luar kota meskipun dengan gaji yang sangat menggiurkan. Dan dia lebih memilih menjadi guru mengaji pada anak-anak di gunung dengan penerangan lampu tempel yang menggunakan minyak tanah daripada harus menjadi da’i kondang di ibu kota besar dengan sekali mengisi pengajian bisa mendapatkan amplop tebal.  

Inilah ujian! Bukankah hari ini selalu mendapatkan ‘pilihan’ seperti ini? Bila memilih menonton bola, tentu esok harinya dirinya serasa tidak dianggap tidak ketinggalan informasi oleh teman-temannya. Berbeda bila dirinya lebih memilih shalat tahajjud. Bila dirinya lebih memilih menerima penawaran bekerja di luar kota tentu nasibnya akan lebih baik. Sebab secara ekonomi tentu jauh lebih melesat. Tetapi dia sama sekali tidak pernah bisa melihat raut wajah ibunya setiap hari. Dan bila dia lebih memilih menjadi da’i kondang di ibu kota besar, tentu kendaraannya jauh lebih halus suaranya disebabkan sekali mengisi mendapat amplop yang tebal. Tetapi apakah di sana bisa menanamkan akhlak pada anak-anak? 

mementingkan akhirat

مَن كَانَ يُـرِيْـدُ الْعَاجِلَـةَ عَـجَّـلْنَـا لَـهُ فِيْـهَـا مَايَـشَآءُ لِمَـن نُـرِيْـدُ ثُـمَّ جَعَـلْنَـا لَـهُ جَهَـنَّـمَ يَصْـلَى هَـا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرً. وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَـعَى لَـهَـا سَعْـيَـهَـا وَهُوَ مُؤْمَـنٌ فَـأُوْلَـئِكَ كَأنَ سَـعْيُـهُـم مَّشْكُـوْرًا. 

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan kebaikan. Qs. Al Isra’ 18-19. 

Lihatlah Uwais Al Qarni. Beliau seorang yang miskin di kampung yang berada di Yaman. Beliau sebenarnya sangat rindu sekali ingin bertemu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam secara langsung. Tetapi karena rentanya sang ibu, akhirnya membuat rencana dan keinginan itu tertunda. Namun karena Uwais Al Qarni lebih memilih berbakti kepada ibunya, akhirnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri berpesan kepada sahabatnya agar bila bertemu dengan agar menyampaikan salam kepadanya dan para sahabat dianjurkan untuk meminta doa kepadanya. 

Dan benar saja. Ketika di masa khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu, beliau bisa bertemu dengan Uwais Al Qarni lalu khalifah Umar menyampai salam dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan meminta doa kepadanya. Hal itu membuat Uwais Al Qarni heran. Tetapi itulah yang terjadi. Yakni ketika seseorang telah memilih akhirat daripada dunia maka Allah Ta’ala pasti akan mengangkat derajatnya. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

Insya Allah bersambung. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button