Akhlak Para Salaf Bag.20B

(B) Komitmen dalam menjaga tahajjud.

Tahajjud, adalah suatu amalan yang biasa diamalkan oleh orang-orang terdahulu sebelum Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam diutus. Begitulah yang disampaikan beliau dalam sabdanya, sebagaimana yang sudah ditulis di atas. Kemudian diikuti oleh para pendahulu dari para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam di awal-awal dakwah slam di Makkah.  

Dalam hadits disebutkan bahwa karena setiap malam Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selalu shalat malam dan kakinya bengkak-bengkak, kemudian ada salah seorang sahabat yang bertanya, “Mengapa engkau mengerjakan yang demikian? Bukankah dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni?” 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam balik bertanya (sebagai jawabannya): 

أَفَـلَا أَكُوْنُ عَـبْدًا شَكُوْرًا؟ 

Bukankah sudah sepatutnya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”. Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan An Nasaa’i. 

sedang sholat

Ya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah memberi teladan tentang shalat malam atau tahajjud. Hingga pada hadits beliau juga bersabda: 

إِنَّ فِى اللَّيْـلِ لَسَـاعَـةً لَا يُـوَافِـقُهَـا رَجُلٌ مُسلِـمٌ يَـسْـأَلُ اللهَ خَيْـرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْـيَـا وَالْآخِرَةِ إِلَّاَ أَعْـطَاهُ إِيَّـاهُ وَذَلِكَ كُـلَّ لَيْـلَةٍ. 

“Sesungguhnya pada malam hari ada satu waktu yang tidaklah bersamaan dengan itu seorang muslim meminta kepada Allah kebaikan dari perkara dunia dan akhirat, melainkan Allah akan mengabulkan permintaan tersebut, dan ituada di setiap malam”. Riwayat Muslim dalam shalihnya, 2/175.  

Maka tidak heran bila ada seorang ulama yang berkata, “Orang yang melakukan shalat malam itu lebih menikmati kelezatan yang dirasakan dibandingkan dengan kelezatan yang dirasakan oleh orang yang menghabiskan waktunya untuk bermain sampai mereka berkata, ‘Kalaulah bukan karena shalat malam, tentu aku tidak ingin berlama-lama hidup di dunia ini’. 

Masya Allah. Begitulah bagi orang-orang yang telah menikmati shalat malam. Sehingga boleh dibilang malamnya hanya untuk bermunajat dan bertaqarrub kepada Allah Ta’ala. 

Hasan Basri pernah ditanya, “Mengapa orang yang shalat malam itu wajah mereka lebih cerah daripada orang yang tidak melakukannya?”. 

Hasan Basri menjawab, “Mereka menyendiri dengan penuh ketenangan dengan Ar Rahman, maka Allah pancarkan kepada mereka dengan cahaya dari cahaya-Nya”. 

Iya, benar. Wajahnya terlihat bersih dan bersinar. Sebab seakan semua beban hidupnya telah mereka curahkan semuanya kepada sang Pencipta dan sang Pemilik Kehidupan. Sehingga keesokan harinya sekan semua beban itu telah hilang. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button