Ada sebuah hadits yang membuat para salafush shalih dahulu selalu ketakutan bila di akhir hayatnya su’ul khatimah. Sebagaimana hadits berikut ini.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
إِنَّ أَحَدَكُـمْ لَيَـعْـمَلُ بِـعَمَـلِ أَهْلِ الْجَنَّـةِ حَتَّى مَا يَكُـوْنُ بَيْـنَـهُ وَبَيْـنَهَـا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَـسْبِـقُ عَلَيْـهِ الْكَـتَـابُ فَيَـعْـمَلُ بِعَـمَلِ أَهْلِ النَّـارِ فَيَـدْخُلُهُـا. وَإِنَّ أَحَدَكُـمْ لَيَـعْـمَلُ بِعَـمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُـوْنُ بَيْـنَهُ وَبَيْـنَـهَـا إِلَّا ذِرَاعٌ فَـيَسْـبِقُ عَـلَيْهِ الْكَـتَـابُ، فَيَـعْمَلُ بِعَـمَلِ أَهْلِ الْجَنَّـةِ فَيَـدْخُلُـهَـا.
“Sesungguhnya (ada) salah seorang dari kalian beramal shalih dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka. Maka dengan begitu dia masuk memasukinya (neraka). Dan sesungguhnya (ada) salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu dia berama dengan amalan ahli surga, maka dengan begitu dia memasukinya”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Bila melihat hadits di atas sebenarnya bukan dijadikan sebagai ‘alat atau dalil’ untuk melakukan suatu pelanggaran atau kemaksiatan dan kemasiatan. Karena alasan takdir. Bukan!

Melainkan justru dijadikan sebagai bahan untuk introspeksi diri. Agar jangan sampai karena diri ini merasa sering melakukan suatu kebaikan (amalan) maka seakan dirinya sudah dekat surga. Padahal dengan munculnya perasaan dengan surga itulah sebenarnya muncul rasa sombong. Sebab seakan semua amalnya akan diterima Allah Ta’ala.
Tahukah bahwa sombong itulah penghancur amal anak adam. Sebab yang boleh memiliki rasa sombong itu hanyalah Allah semata. Sebab manusia itu memiliki kelemahan sedangkan Allah sama sekalli tidak memiliki kelemahan sama sekali. Maka sudah sepantasnya bila Allah sombong sedangkan manusia sama sekali tidak pantas.
Maka tidak heran bila Allah Ta’ala berfirman:
عَـامِـلـَةٌ نَاصِبَـوٌ. تَصْـلَى نَـارًا حَامِيَـةً.
Bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka). Qs. Al Ghaasyiyah 3-4.
Ya, kedua ayat di atas selalu dijadikan oleh para salafush shalih sebagai bahan renungan. Yakni, “Jangan-jangan amal ibadah saya tidak diterima Allah”.
Nah dari bahan renungan inilah akhirnya yang membuat mereka selalu mawas diri agar kelak di akhir hayatnya bisa mencapai husnul khatimah bukan su’ul khatimah. Dn su’ul khatimah itulah sesuatu yang amat sangat ditakuti para salafush shalih.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
