Akhlak Para Salaf Bag.16

16. Tidak ambisi terhadap jabatan.

Menjadi pemimpin? Adalah sesuatu yang banyak orang mengejarnya. Mungkin saja yang ada di benak mereka disebabkan oleh gambaran yang salah. Yakni beranggapan bahwa bila menjadi pemimpin maka dirinya akan dihormati, ditakuti, mendapat gaji besar, bisa menyuruh-nyuruh orang seenaknya dan lain sebagainya. 

Bila memang ini yang dikejar maka yang terjadi justru musibah; baik musibah pada dirinya atau orang-orang yang dipimpinnya. Kok bisa? 

Ya, bagi dirinya; tentu dirinya akan sewenang-wenang dalam memimpin. Atau sebaliknya, jika dirinya pandai dalam memimpin tetapi memiliki sikap culas dan gila harta atau jabatan atau wanita, maka tiga fitnah (harta, tahta dan wanita) itu akan menghantamnya sehingga dirinya justru cepat atau lambat akan tersungkur. 

Adapun musibah bagi raykat yang dipimpinnya; maka mereka akan mendapatkan keseweang-wenangan dari pemimpin yang modelnya seperti ini. Lihat saja seperti Fir’aun dahulu. Rakyatlah yang sengsara karena kebijakannya yang tidak memihak pada rakyat. 

tidak ambisis terhadap jabatan

Kalau begitu, apakah para generasi salafush shalih dilarang untuk memimpin? 

Bila para salafush shalih melarang tentau tidak ada tokoh-tokoh Islam yang muncul seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi  Thalib radliyallahu ‘anhum, Umar bin Abdul Aziz dan lainnya.  

Hanya saja para salafush shalih itu memberi peringatan keras agar tidak mencari atau mengejar suatu jabatan. Tujuannya agar tidak terjadi penyelewengan saat berkuasa. Tetapi yang dibolehkan adalah ketika dirinya ditunjuk untuk mengurusi urusan kaum muslimin. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ! لَا تَسْـأَلِ الْإِمَارَةَ. فَـإِنَّكَ إِنْ أُعْـطِيْـتَهَـا عَنْ مَسْـأَلَةٍ وُكِـلْتَ إِلَيْـهَـا. وَإِنْ أُعْـطِيْـتَـهَـا عَنْ  غَيْـرِ مَسـأَلَـةٍ أُعِـنْـتَ عَـلَيْـهَـا. 

“Wahai Abdurrahman bin Samurah. Janganlah kamu meminta kepemimpinan, karena jika kepemimpinan diberikan kepadamu setelah kamu memintanya, maka kamu akan diberikan untuk melakukannya. Dan jika kepemimpinan diberikan kepadamu tanpa kamu tanpa memintanya maka kamu akan dibantu untuk melakukannya”. Muttafaqun ‘Alaihi.  

Cobalah perhatikan secara seksama sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam di atas. Di sana disebutkan bahwa jika seseorang (pada hadits di atas disebutkan Abdurrahman bin Samurah) meminta jabatan (kepemimpinan) lalu ternyata kepemimpinan itu memang benar-benar jatuh atau diserahkan kepadanya, maka di harus menjalankan roda kepemimpinan tersebut tanpa ada bantuan (dari Allah). Tetapi jika kepemimpinan atau jabatan itu diserahkan kepada dirinya tanpa dirinya memintanya maka dia akan dibantu (oleh Allah) untuk menjalankan roda kepemimpinannya. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

Insya Allah berlanjut… 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button