Akhlak Para Salaf Bag.13

13. Meminta maaf meskipun dirinya yang didhalimi.

Ini aneh tetapi kenyataannya pernah terjadi dan menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh kebanyakan para salafush shalih. Yakni ketika dirinya disakiti, dianiaya, dibully dan sebagainya, tetapi dia tidak menuntut balas melainkan justru dimaafkan. Ini sungguh luar biasa! 

فِـبِـمَـا نَـقْضِهِـم مِّيْـثَـاقَهُـمْ لَعَـنَّى هُمْ وَجَعَـلْنَـا قُلُـوْبَهُـمْ قَاسِيَـةً يُـحَرِّفُـوْنَ الْكَـلِـمَ عَن مَّوَاضَعِـهِ وَنَـسُـوْا حَظًّا مِّـمَّـا ذُكِّـرُوْا بِـهِ، وَلَا تَـزَالُ تَطَّـلِعُ عَـلَى خَـائِـنَةٍ مِّنْـهُـمْ إِلَّا قَلِيْـلًا مِّنْـهُـمْ، فَـاعْفُ عَنْـهُـمْ وَاصْفَـحْ، إِنَّ اللهَ يُـحِبُّ الْمُحْـسِنِـيْنَ. 

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang  yang berbuat baik. Qs. Al Maaidah 13. 

الَّـذِيْـنَ يُـنْـفِـقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَـاظِـمِيْـنَ الْعَـيْظَ وَألْعَـافِيْـنَ عِـنِ النِّـاسِ، وَاللهُ يُـحِبُّ الْمُـحْسِـنِيْـنَ. 

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan oran-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Qs. Ali Imran 134. 

meminta maaf

Tapi jangan terus sikap ini kemudian setiap seenaknya menghina dan menganggap bahwa ajaran Islam ya seperti itu. Tidak sama sekali. 

Sesungguhnya yang benar adalah sikap memaafkan itu ketika seseorang atau orang banyak yang melakukan kedhaliman terhadap dirinya secara personal. Nah ini yang dimaksud. Sebab beginilah memang akhlak yang Rasulullah shalallah ‘alaihi wa salam berikan contoh kepada kaum muslimin. Tetapi bila ada seseorang atau orang banyak/kelompok yang menghina Islam atau Allah atau rasul-Nya, maka ini beda urusannya.  

Cobalah perhatikan kembali sirah (sejarah) di awal-awal Islam muncul di Makkah. Bukankah tidak sedikit dari kaum musyrikin yang mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu gila, tukang sihir, pemecah belah bangsa dan sebagainya? Namun ketika Makkah sudah ditaklukkan dan mereka masuk Islam, ya diterima. 

Bahkan ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah di depan Ka’bah sedangkan kaum musyrikin telah berkumpul di sana dengan wajah-wajah murung. Ternyata yang keluar dari lisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sangat berbeda dari anggapan mereka. Yakni Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah mengampuni (kesalahan masa lalu) mereka. Tidak seperti para pemimpin lainnya; yakni ketika dia telah menaklukkan maka orang-orang yang dahulu pernah menistakannya pasti akan dibalas yang setimpal atau bahkan lebih dari itu. Namun tidak dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Beliau mengumpuni mereka. Ya, beliau memaafkan mereka.  

Insya Allah berlanjut. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button