Dari Muhammad bin Amru, dari Abi Salamah, bahwa Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhuma berdiri dihadapannya Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu untuk mengambil keberkahan (dari Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu).
Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu berkata, “Minggirlah wahai anak pamannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam!”.
Maka Abdullah bin Abbas menjawab, “Beginilah yang kami lakukan terhadap ulama kita dan pemimpin kita”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 2/437.
Ini sangat menarik; Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhuma, keduanya adalah sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dan keduanya termasuk ulamanya para sahabat. tetapi kenapa Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhu berbuat seperti itu?
Semua pasti tahu bahwa Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu memiliki reputasi yang luar biasa. Yakni menjadi panitia pengumpulan wahyu Al Qur’an dan penulisan Al Qur’an di zamannya khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu.

Dan karena menjadi ketua panitia pengumpulan dan penulisan Al Qur’an ini jelas menunjukkan bahwa Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu bukan sekedar sahabat biasa melainkan luar biasa.
Sebab tidak akan mungkin seorang Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu yang notabenenya adalah seorang amirul mukminin menunjuk orang sembarangan. Apalagi ini berkaitan dengan penulisan Al Qur’an, tentu tidak main-main.
Dengan begitu, tentu Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu tahu banyak tentang turunnya Al Qur’an, di mana saja ditulis, apa saja media tempat penulisannya, kapan saja saat ayat-ayat itu turun dan seterusnya.
Belum lagi tentang penempatan ayat-ayat dan surat-surat pada Al Qur’an itu. Tentu ini amat sangat menguras tenaga dan pikiran bukan?
Maka tidak heran jika kemudian Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhu sangat menaruh hormat kepada Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhuma. Adapun cara penghormatannya ini sangat berbeda dengan kaum-kaum yang lain; yakni Abdullah bin Abbas berdiri sementara kebanyakan dari kaum-kaum yang lain mereka menghormatnya dengan cara sujud di depan orang yang dihormatinya.
Dan penghormatan ini bukanlah sebagai sebuah sesembahan melainkan sebagai penghormatan yang wajar yang masih dalam koridor syariat.
Namun begitu Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu tidak mau diperlakukan seperti itu. Meskipun Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu tahu bahwa perbuatan Abdullah bin Abbas radlilyallahu ‘anhu sama sekali tidak melanggar syariat. Tetapi Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu hanya takut saja bila kelak dipandang oleh generasi berikutnya sebagi sesuatu yang dianggapnya sebagai sebuah syariat. Makanya Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu keberatan dengan sikap Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhu ini.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
