Adab dalam Berbicara Bag.3

Dari Utsman bin Aswad, dia berkata, ‘Aku bertanya kepada Atha’ bin Abi Rabah, “Ada seorang laki-laki yang melewati suatu kaum, lalu sebagian dari mereka memfitnahnya. Apakah dia harus memberitahukannya (untuk menyangkal)?” 

Atha’ bin Abi Rabah menjawab, “Tidak perlu. (Sesungguhnya) majlis-majlis (tempat-tempat mereka berkumpul itu) tersebut dipegang sebagai amanah”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 2/214. 

“Mulutmu harimaumu!”. Sepertinya pepatah yang beberapa tahun yang lalu sempat diviralkan oleh salah satu provider perusahaan telekomuniasi di Indonesia sangat ampuh. Maksudnya, hanya karena lidah berucap terkadang bisa membikin seseorang yang berucap menjadi bumerang bagi dirinya.  

Apalagi jika melihat hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam agar berkata jujur atau jika tidak bisa maka diam itu jauh lebih baik, bukan? 

مَن ْكَانَ يُـؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَـوْمِ الْآخِرِ فَـلْيَـقُـلْ خَيْـرًا أَوْ لِـيَـصْمُتْ 

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau (kalau tidak bisa maka hendaknya) diam”. Riwayat Bukhari. 

fitnah

Apalagi berkaitan dengan fitnah. Maka benarlah apa yang dikatakan Atha’ bin Abi Rabah. Yakni agar jangan mengadukan fitnahnya kepada kaumnya. Meskipun hanya untuk menyangkal dari fitnahnya tersebut. Sebab (masih kata Atha’ bin Abi Rabah) bila melaporkannya kepada mereka, toh mereka memiliki majlis sendiri. Itu artinya bahwa lebih baik yang memfitnahnya itu dibiarkan saja. Toh nanti jika di belakang tidak terbukti maka orang-orang yang memfitnah itu akan malu sendiri.  

Sebab ditakutkan jika kemudian dia melaporkannya kepada kaum kemudian orang-orang yang fitnah itu berkelit maka yang terjadi malah semakin meruncing urusannya.  

Oleh karena alangkah baiknya bila orang-orang seperti yang ‘bernasib’ seperti yang mengadukan kasusnya kepada Atha’, agar merenungkan firman Allah Ta’ala dalam surat An Nahl 125-126. Yakni bahwa tujuan hidup bagi seorang muslim adalah berdakwah. Maka jangan sampai konsentrasinya dakwahnya terganggu hanya karena firnah picisan. 

أُدْعُ إِلَى سَـبِيْـلِ رَبِّـكَ بِالْحِـكْـمَـةِ وَالْمَوْعِـظَةِ الْحَسَـنَةِ وَجَـادِلْهُـمْ بِالَّـتِى هِيَ أَحْسَـنُ، إِنَّ رَبَّـكَ هَوَ أَعْـلَـمُ بِالْمُـهْـتَـدِيْـنَ. وَإِنْ عَـاقَبْـتُـمْ فَـعَـاقِـبُـوْا بِـمِـثْـلِ مَا عُـوْقِـبْـتُمْ بِـهِ، وَلَـئِنْ صَبَـرْتُـمْ لَـهُـوَ خَيْـٌ لِّلصَّـابِـرِيْـنَ. 

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah denganbalasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Qs. An Nahl 125-126. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button