Adab-adab Berbicara

Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak bicara. Allah Ta’ala befirman:

لَا خَـيْرَ فِى كَـثِـيْرٍ مِّن نّـجْوَ هُـمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِـصَدَقَـةٍ أَوْ مَـعْـرُوْفٍ أَوْ إِصْـلَاحِ بَّـيْنَ النَّـاسِ، وَمَن يَـفْـعَلْ ذَلِكَ ابْـتِـغَـآءَ مَرْضَـاتِ اللهِ فَـسَوْفَ نَـؤْتِـيْـهِ أَجْـرًا عَـظِيْـمًـا.

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mnengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. Qs. An Nisaa’ 114.

Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya di manapun (setiap) manusia berada pasti senantiasa ada yang mengamati dan mencatat setiap gerak gerik manusia dan setiap perkataannya.

إِذْ يَـتَلَـقَّى الْمُـتَـلَقِّيَـانِ عَنِ الْيَـمِيْـنِ وَ عَنِ الشِّـمَالِ قَـعِيْـدٌ. مَّـايَـلْفِـظُ مِن قَـوْلٍ إِلَّا لَـدَيْـهِ رَقِـيْبٌ عَـتِيْـدٌ.

(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. Qs. Qaaf 17-18. 

adab -adab berbicara

Maka jadikanlah setiap ucapan itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas, tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

Hendaknya setiap muslim menjaga lidahnya sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad rahimahullah, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِنَّ الرَّجُـلَ لَيَـتَـكَـلَّـمُ بِالْـكَـلِمَـةِ يَـضْحَـكُ بِـهَـا جَـلَسَـاءُهُ يَـهْوِى بِـهَـا مِنْ أَبْـعَدَ مِنَ الثَّـرَيَـا.

“Ada kalanya seseorang berbicara dengan suatu kata di mana orang di sekelilingnya tertawa dengan ucapannya, namun dengan kata tersebut dia terpelanting ke tempat yang lebih jauh dari bintang tsuraya”. Abu Nu’aim mengatakan hadits ini gharib.

Sebagaimana yang pernah dimuat oleh koran Republika, dikatakan bahwa berdasarkan salah satu hadits, kemunculan bintang tsuraya ini menandakan akan berakhirnya wabah di muka bumi. ImamAhmad dalam Musnad-nya menyebutkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Apabila suatu saat muncul bintang, di suatu pagi, pada pagi hari, maka akan diangkatlah segala macam wabah”.

Menukil dari syaikh Ahmad bin Abdurrahman Al Banna As Sa’ati, pengarang kitab Al Fath Ar Rabbani, bahwa yang dimaksud dengan bintang dalam hadits ini adalah bintang Ats Tsuraya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button